Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Monday, November 10, 2014

Epidemiologi Penyakit Tidak Menular

Epidemiologi Penyakit Tidak Menular


Mengenal Penyakit Tidak Menular (PTM)

Istilah PTM kurang lebih mempunyai kesamaan dengan sebutan :
      1. Penyakit kronik
      2. Penyakit non infeksi
      3. New Communicable Disease
      4. Penyakit degenerative


Karakteristik Penyakit Tidak Menular

Berbeda dengan penyakit menular,PTM mempunyai beberapa karakteristik tersendiri spt :
  •        Penularan penyakit tidak melalui suatu rantai penularan tertentu
  •        Masa inkubasi yang panjang
  •        Perlangsungan penyakit yang berlarut-larut (kronik)
  •        Banyak menghadapi kesulitan diagnosis
  •        Mempunyai variasi yang luas
  •        Memerlukan biaya yang tinggi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangannya
  •        Faktor penyebabnya bermacam-macam (multikausal),bahkan tidak jelas


Penyakit Menular
Penyakit tidak Menular
Ditemui di Negara berkembang
Di temui di Negara Industri
Rantai penularan yang jelas
Tidak ada rantai penularan
Akut
Kronik
Etiologi jelas
Etiologi tidak jelas
Bersifat single kausa
Bersifat multi kausa
Diagnosis mudah
Diagnosis sulit
Agak mudah mencari penyebab
Sulit mencari penyebab
Biaya relative  murah
Biaya mahal
Jelas muncul dipermukaan
Ada iceberg phenomen
Morbiditas dan mortalitasnya cenderung menurun
Morbiditas dan mortalitas nya cenderung meningkat

Situasi-situasi dimana pengamatan perorangan dianggap kurang cukup untuk menetapkan hubungan antara paparan dengan penyakit dapat disebabkan oleh factor –faktor berikut :
  •       Masa laten yang panjang antara eksposure dengan penyakit
  •       Frekwensi paparan factor resiko yang tidak teratur
  •       Insiden penyakit yang rendah
  •       Resiko paparan yang kecil
  •       Penyebab penyakit yang multikompleks


Faktor Resiko dan Upaya Pencegahan PTM

1. Faktor Resiko
    Dikenal beberapa macam factor resiko menurut segi dari mana factor resiko itu diamati .
    >  Menurut dapat tidaknya resiko itu diubah,dikenal  :
a.    Unchangeable risk factors :mis.faktor umum genetic
b.    Changeable risk factors :mis.kebiasaan merokok atau latihan olahraga.
    >  Menurut kestabilan peranan factor resiko dikenal :
a.   Suspected risk factors : factor resiko yang dicurigai,yakni factor-faktor yang belum mendapat dukungan sepenuhnya dari hasil : hasil penelitian sebagai factor resiko.Mis. penyebab kanker leher rahim.
b.   Established risk factors : factor resiko yang telah ditegakkan yakni factor resiki yang telah mantap mendapat dukungan ilmiah/penelitian dalam peranannya sebagai factor yang berperanan dalam kejadian suatu penyakit.Mis. rokok sebagai factor resiko terjadinya kanker paru.
    >  Ada juga yang membagi factor resiko atas factor resiko yang well documented dan less well
         documented.
    >  Ataupun pembagian atas factor resiko yang “strong” dan “weak” factor resiko yang kuat dan
         yang lemah.

Perlunya dikembangkan konsep factor resiko ini dalam epidemiologi PTM berkaitan dengan beberapa alasan seperti :
  •  Tidak jelasnya kausa PTM dan ketidakjelasannya dalam hal non mikroorganisme.
  •  Menonjolnya penerapan konsep multikausal pada PTM.
  •  Kemungkinan adanya penambahan atau interaksi antar resiko.
  •  Perkembangan metodologik telah member kemampuan untuk mampu mengukur besarnya        factor resiko.

Kegunaan Identifikasi Faktor Resiko

Perlunya factor diketahui dalam terjadinya penyakit dapat berguna dalam hal-hal berikut ini :
  • Prediksi : untuk meramalkan kejadiaan penyakit .Mis. perokok berat mempunyai kemungkinan 10 kali untuk kanker paru daripada bukan perokok.
  • Penyebab : kejelasan/beratnya factor resiko dapat mengangkatnya menjadi factor penyebab,setelah menghapuskan pengaruh dan factor pengganggu (confounding factor).
  • Diagnosis : membantu proses diagnosis.
  • Prevensi : jika satu factor resiko juga sebagai penyebab,pengulangan dapat digunakan untuk pencegahan penyakit meskipun mekanisme sudah diketahui atau tidak.

Kriteria Faktor Resiko

  •       Kekuatan hubungan : adanya resiko relative yang tinggi.
  •       Temporal : kausa mendahului akibat.
  •       Respon terhadap dosis : makin besar paparan makin tinggi kejadian penyakit.
  •       Reversibilitas : penurunan paparan akan diikuti penurunan kejadian penyakit.
  •       Konsistensi : kejadian yang sama akan berulang pada waktu,tempat dan penelitian yang lain.
  •       Kelayakan biologis : Sesuai dengan konsep biologis.
  •       Specifitas : satu penyebab menyebabkan satu akibat.
  •       Analogi : ada kesamaan untuk penyebab dan akibat yang serupa.

    Gizi Sebagai Contoh Faktor Resiko

    Ada berbagai macam factor resiko,mulai yang jelas berupa zat-zat karsinogenik untuk kanker sampai gaya hidup/kebiasaan yang sulit diidentifikasi.
    Gizi merupakan salah satu factor resiko penting. Salah satu hal yang dikaitkan dengan gizi adalah tentang serat yang dikandung oleh makanan.
    Kekurangan serat pada makanan akan dapat berkaitan dengan terjadinya berbagai penyakit spt PJK,diare,hemorrhoid,kanker kolon dan divertikuler usus beasr.

    Menentukan Besar Faktor Resiko

    Besarnya peranan factor resiko dapat dilakukan dengan menghitung besarnya resiko relative  atau odds ratio.
    Perhitungan ini berdasarkan perbedaan rate antara insiden populasi yang terpapar dengan yang tidak terpapar.
    Perhitungan risk ini dikaitkan dengan jenis-jenis metode penelitian epidemiologi dan frekwensi penyakit.

    Perbedaan Resiko dan Prognosis

    Secara umum dapat dikatakan bahwa prognosis menunjukkan berapa besar kemungkinan mati akibat dari keadaan sakit.
    Sedangkan resiko adalah berapa besar kemungkinan sakit dari seorang yang sehat.

    2. Upaya Pencegahan
    Tingkat-Tingkat Pencegahan
    Prinsip upaya pencegahan lebih baik dari sebatas pengobatan tetap juga berlaku dalam PTM. Dikenal juga keempat tingkat pencegahan spt berikut ini :
    a.    Pencegahan primordial
          Upaya ini dimaksudkan dengan memberikan kondisi pada masyarakat memungkinkan penyakit tidak mendapat dukungan dasar dari kebiasaan,gaya hidup dan factor resiko lainnya.
    b.    Pencegahan tingkat pertama,yang meliputi :
    > Promosi kesehatan masyarakat ,mis :
    -         Kampanye kesadaran masyrakat
    -         Promosi kesehatan
    -         Pendidikan kesehatan masyarakat
    > Pencegahan khusus,mis :
    -         Pencegahan keterpaparan
    -         Pemberian kemopreventif
    c.     Pencegahan tingkat kedua
    > Diagnosis dini,mis.melakukan skrening
    > Pengobatan,mis.kemoterapi atau tindakan bedah
    d.    Pencegahan tingkat ketiga
    Meliputi rehabilitasi,mis.perawatan rumah jompo,perawatan rumah orang sakit.

    Contoh upaya pencegahan

    Upaya pencegahan PTM ditujukan kepada factor resiko yang telah diidentifikasikan.Mis.pada stroke,hipertensi dianggap factor resiko utama disamping factor resiko lainnya. Upaya pencegahan stroke diarahkan kepada upaya pencegahan dan penurunan hipertensi.
    Selain itu ada pendekatan yang menggabungkan ketiga bentuk upaya pencegahan dengan 4 faktor utama yang mempengaruhi terjadinya penyakit :
    1.    Gaya hidup/perilaku
    2.    Lingkungan
    3.    Biologi/turunan/genetik
    4.    Pelayanan kesehatan




Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

10 komentar:

  1. Emang bahaya mana sih gan antara penyakit menular dan tidak menular? mohon penjelasanya :D

    ReplyDelete
  2. Berguna sekali untuk kedokteran. Setidaknya masyarakat umum jadi tahu tentang penyakit.

    ReplyDelete
  3. namanya penyakit bahaya semua gan :D
    thanks gan

    ReplyDelete
  4. keren gan

    Blagwalking malam ditunggu
    http://gamersoull.blogspot.com/

    ReplyDelete
  5. wah bermanfaat sekali gan artikelnya bisa nambah ilmu

    ReplyDelete
  6. nice template gan :D
    ninggalin jejak dulu
    http://sedikitilmu08.blogspot.com/

    ReplyDelete
  7. widih ... blog walking gan :D
    ninggalin jejak dulu
    http://sedikitilmu08.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : D04A8185

    ReplyDelete

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.