Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Monday, December 15, 2014

Landasan Hukum Surat Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent)

Landasan Hukum Surat Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent)

Pasal 53 Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan dengan jelas tentang hak-hak pasien diantaranya adalah hak memberikan persetujuan tindakan medik. Pelaksanaan kedua hak tadi diwujudkan dalam bentuk Informed Consent sehingga konsekuensinya setiap tindakan medik yang dilakukan tanpa surat persetujuan tindakan medik (Informed Consent) merupakan pengalaman hukum.

Permenkes Menkes RI No. 575/Menkes/Per/XI/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent)
Landasan Hukum Surat Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent)

Isi pokok lembaran surat persetujuan tindakan medik (Informed Consent)
  • Identitas Pasien
  • Identitas yang memberikan persetujuan
  • Tanda tangan dokter
  • Tanda tangan sanksi
  • Tanda tangan yang memberikan persetujuan

Informasi
Hal-hal yang perlu diinformasikan kepada pasien dalam pemberian informasi meliputi :
  1. Informasi tentang tindakan medik harus diberikan kepada pasie, baik diminta maupun tidak diminta.
  2. Dokter harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya kecuali bila dokter menilai bawha informasi tersebut dapat merugikan kepentingan pasien atau pasien menolak diberikan informasi.
  3. Dalam hal-hal sebagaimana dimaksud diatas dokter dengan persetujuan pasien dapat memberikan informasi tersebut kepada keluaga terdekat dengan didampingi oleh seorang perawat/paramedik lain sebagai saksi.
  4. Informasi yang diberikan mencakup keuntungan dan kerugian dari tindakan medik yang akan dilakukan.
  5. Informasi diberikan secara lisan.
  6. Informasi harus dibeikan secara jujur dan benar kecuali bila dokter menilai bahwa hal itu dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien.
  7. Dalam ha-al sebagaimana tersebut diatas bahwa dokter dengan persetuuan pasien dapat memberika infrmasi tersebut kepada keluarga terdekat pasien.
  8. Dalam hal tindakan bedah (Operasi), informasi harus diberikan oleh dokter yang melakukan informasi itu sendiri.
  9. Dalam keadaan tertentu dimana tidak ada dokter sebagaimana dimaksud diatas informasi harus diberikan oleh dokter lain degan pengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab.
  10. Informasi juga harus diberikan  jika ada kemungkinan perluasan operasi.
  11. Perluasan informasi tidak dapat diduga sebelumnya, dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien.
  12. Setelah perluasan informasi sebagaimana tersebut diatas dilakukan dokter, harus memberikan informasi kepada pasien atau keluarganya.

Yang berhak memberikan persetujuan :
  1. Persetujuan diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sadar dan sehat mental.
  2. Pasien dewasa sebagaimana tersebut diatas adalah pasie yang telah berumur 21 tahun atau telah menikah.
  3. Bagi pasien dewasa yang telah berada dibawah pengawasan persetujuan diberikan oleh wali.
  4. Bagi pasien dewasa yang menderita gangguan mental, persetujuan diberikan oleh orang tua atau wali.
  5. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun tidak mempunyai orang tua atau wali berhalangan persetujuan akan diberikan kepada keluarga terdekat.

Yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan tentang pelaksanaan tindakan medik :
  • Dokter bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan persetujuan tindakan medik
  • Pemberian persetujuan medik yang dilaksanakan di Rumah Sakit/klinik, maka rumah sakit/klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab.

Landasan Hukum Surat Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.