Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Monday, December 15, 2014

Respon Tubuh Terhadap Tantangan Imunologis

SIFAT REAKSI IMUNOLOGIS


ANTIGEN

Banyak benda asing yang jika dimasukkan ke dalam tubuh hospes pada banyak keadaan, menimbulkan respon yang pada banyak keadaan , menimbulkan respon yang persis sama pada setiap kejadian.
Respon yang berubah semacam itu di pihak hospes disebut sebagai respon imunologis,dan benda-benda yang mmenyebabkan reaksi tersebut dinamakan antigen atau imunogen.
Arti penting suatu respon imun adalah bahwa  benda yang bersalah itu dinetralkan ,dihancurkan atau dihilangkan dari tubuh hospes lebih cepat dari biasanya.
Benda-benda yang tidak berfungsi sebagai antigen umumnya relative berberat molekul tinggi biasanya melebihi 10.000.

Respon Tubuh Terhadap Tantangan Imunologis

Kebanyakan antigen adalah protein tetapi polisakarida,polipeptisida dan asam nukleat tertentu yang berukuran besar dapat juga berfungsi sebagai antigen.
Sebenarnya bahwa hanya bagian-bagian aktif tertentu dari molekul,yang dinamakan gugus determinan yang khususnya penting pada reaksi-reaksi ini.
Kekhususan reaksi yang ditimbulkan berkaitan sebagian besar dengan gugus determinan molekul kecil. Molekul-molekul semacam itu dinamakan hapten dan molekul-molekul yang lebih besar disebut sebagai pembawa (karier )

SIFAT-SIFAT RESPON IMUN

Usaha respon imun, yaitu melenyapkan benda antigenic yang cepat,dilakukan oleh tubuh hospes melalui dua macam cara :
1.   Jenis respon yang pertama, respon imun humoral dipengaruhi oleh immunoglobulin,gamma globulin darah yang disintesis oleh hospes akibat respon terhadap masuknya.
2.  Jenis respon yang kedua,reaksi yang diperantarai sel, dilakukan langsung oleh limfosit yang sudah berproliferasi akibat respon terhadap pemasukan antigen dan yang mengadakan reaksi khas dengan antigen (tampa intervensi immunoglobulin )
Reaksi-reaksi imunologis, apakah diperantarai antibody immunoglobulin atau secara langsung oleh sel-sel, memperlihatkan sifat pengenalan diri.
Suatu sifat ke dua dari respon imunologis adalah memori, berdasarkan reaktif khusus yang berlangsung lebih cepat pada pemasukan antigen yang berulang.

`

Jaringan imunoreaktif

Bagian respon imun yang mengakibatkan pembentukan antibody immunoglobulin atau proliferasi sel-sel reaktif antigen kadang-kadang disebut sebagai fase aferen atau fase induksi respon imun.
Limfosit dan makrofag adalah sel-sel yang terutama bertanggung jawab atas bagian respon ini. Lebih khusus apa yang dinamakan jaringan limfoid tubuh yang terlibat.

Komponen-komponen Sistem Limfoid

Komponen-komponen system ini mencakup kelenjar limfe,limfa,timus,jaringan limfoid yang berhubungan dengan permukaan mukosa dan sumsum tulang belakang.
Ternyata,limpa adalah suatu massa besar sel-sel limfoid dan retikuloendotel yang terl`etak dalam aliran darah.
Timus adalah suatu jaringan limfoid yang agak kurang dikenal, yang terletak dalam thorak anterior,dibagian atas jantung dan pembuluh-pembuluh besar.
Suatu komponen system limfoid yang penting sekali adalah jaringan limfoid yang berhubungan dengan permukaan mukosa tubuh spt yang terdapat dalam saluran cerna dan saluran pernafasan.
Akhirnya,sumsum tulang sebaiknya disebut sebagai suatu bagian penting dari system limfoid.
Walaupun perhatian itu biasanya dipusatkan pada unsure-unsur hematopoises dalam sumsum yang bertanggung jawab atas pembentukan granulosit,thrombosis dan` sel darah merah,berjuta-juta limfosit tersebar dalam sumsum tulang.
`

Ontogeni limfosit

Suplai limfosit tubuh mulai secara embriologis dalam kantung kuning telur dan hati dan fungsi suplai ini akhirnya diambil alih oleh populasi limfosit sumsum tulang. Limfosit secara terus menerus diekspor dari sumsum tulang dan sebagian dari mere ka bermigrasi ke timus.
Sel-sel semacam itu dikenal sebagai limfosit yang bergantung pada timus atau limfosit T. Sel-sel yang tidak bergantung pada timus disebut sebagai limfosit B.

Induksi Sintesis Immunoglobulin

Jika antigen dapat menimbulkan adanya makrofag,limfosit T,limfosit B, maka dapat mengakibatkan pembentukan immunoglobulin. Keadaan ini terjadi dalam kelenjar limfe,limpa dan jaringan nodulus limfoid tertentu sepanjang permukaan mukosa.
Dengan demikian maka jika antigen memasuki jaringan subkutan,spt halnya yang dijumpai pada pembuluh limfe ke kelenjar regional, dimana selanjutnya terjadi pembentukan antibody.
Jika antigen secara langsung memasuki aliran darah,maka limpa adalah tempat utama pembentukan antibody.
Jika antigen memasuki jaringan limfoid ,maka langkah pertama adalah uptake benda antigenic oleh makrofag .
Jika antigen pertama kali dimasukkan kedalam tubuh,maka terdapat masa laten yang biasanya berlangsung sampai beberapa hari sebelum antibody dalam jumlah yang berarti timbul dalam cairan yang bersirkulasi.
Waktu ini diperlukan untuk terjadinya berbagai interaksi sel,proliferasi dan modulasi dalam yang dinamakan respon primer  ini kadar antibody naik agak lambat dan kemudian menghilang sedikit demi sedikit karena immunoglobulin dikatabolisme.
Si`fat ingatan imunologis sedemikian rupa sehingga jika antigen dimasukkan untuk ke dua kalinya, meskipun pada tempat yang lain, dan malahan setelah kadar immunoglobulin itu sudah menurun, mesin pembentuk antibody digerakkan jauh lebih cepat,sehingga immunoglobulin tinggal setelah masa laten yang lebih singkat dan biasanya mencapai kadar yang lebih tinggi dalam cairan yang bersirkulasi.
Prinsip-prinsip ini memberikan dasar untuk imunisasi terhadap banyak penyakit.
Imunisasi disebutbsebagai aktif jika antigen dimasukkan ke dalam hospes,yang selanjutnya mengiatkan mesin sintesis immunoglobulin.
Imunisasi pasif dilakukan dengan menyuntikkan immunoglobulin yang sudah dibuat lebih dahulu langsung ke dalam hospes,yaitu dengan orang atau hewan lain yang telah dilakukan imunisasi.
Pada imunisasi pasif, maka sekali immunoglobulin sudah dikatabolisme oleh penerima,tidak ada ingatan,jadi hospes hanya terlindung selama usia sirkulasi antibody yang diberikan tersebut.
Namun,pada imunisasi  aktif ditimbulkan ingatan ( kadang-kadan dirangsang oleh suntikan booster ),sehingga jika hospes ditantang oleh agen dari penyakit yang sesuai,maka pembentukan antibody akan cepat dan efisien dan dengan demikian melindungi individu.

Sifat Molekul Imunoglobulin

Imunoglobulin atau antibody adalah protein yang sebagian dari struktur mereka mempunyai urutan asam-asam amino khas yang memungkinkan interaksi sangat khusus dengan antigen yang sesuai.
Kelas-kelas ini diberi nama dengan huruf-huruf G,A,M,E,D dan biasanya disebut sebagai IgG,IgA,IgM,IgE,IgD.
Antibodi yang paling sering terdapat dalam cairan yang bersirkulasi dan dalam banyak jaringan tergolong dalam kelompok IgG.
Antibodi ini penting untuk melawan infeksi dan mampu menembus plasenta ibu ke anak,dan menimbulkan imunisasi pada anak.
Antibodi IgM sebagian besar terdapat di dalam cairan yang bersirkulasi dan umumnya merupakan antibody yang pertama kali disintesis pada awal respon antibody.
Antibodi IgA dihasilkan dalam jaringan limfoid sepanjang permukaan mukosa dan molekul-molekul ini sebenarnya berikatan dengan suatu protein dalam mukosa dan disekresikan ke permukaan mukosa dan dinamakan antibody sekresi. Jenis antibody ini melindungi permukaan terhadap agen-agen tertentu dalam lumen.
Antibodi IgE dihasilkan dalam jaringan limfoid (biasanya dekat batas permukaan tubuh) dan disekresikan ke dalam cairan yang bersirkulasi,tetapi mereka itu secara cepat menempel pada mast sel yang terdapat dalam jumlah besar atau jaringan basofil disekeliling tubuh.


Fungsi Molekul Immunoglobulin

Fungsi dasar setiap molekul immunoglobulin,tentu saja adalah untuk bereaksi dengan antigen yang cocok.
mengadakan interaksi dengan resptor-reseptor di atas permukaan sel-sel fagositosis spt neutrofil atau makrofag, membuat partikel itu lebih mudah difagositosis.
Imunoglobulin dapat juga mengadakan interaksi dengan bagian dari molekul toksin yang secara farmakologis penting, jadi menetralkan toksin itu.


KEKEBALAN YANG DIPERANTARAI SEL


Fungsi Kekebalan Seluler

Limfosit yang mengalami sensitisasi yang cocok kelihatannya mampu mematikan sel-sel sasaran dengan beberapa mekanisme yang melibatkan kontrak langsung. Limfosit T yang pekerjaannya demikian itu dikenal sebagai limfosit “pembunuh”
Aplikasi biologis reaksi yang dioerantarai sel dilakukan oleh berbagai limfokin,suatu zat yang dapat larut yang dilepaskan oleh limfositT,jika dirangsang oleh antigen yang cocok.

``

KEKEBALAN DAN HIPERSENSITIVITAS


Hubungan antara keduanya

Reaksi-reaksi yang menimbulkan cedera ini sering disebut sebagai reaksi hipersensitivitas. Istilah alergi juga digunakan untuk menjelaskan reaksi-reaksi hipersensitivitas tertentu yang ditemukan secara klinis pada manusia.
Menurut terminology yang ada bertahun-tahun yang lalu, reaksi hipersensitivitas tipe cepat sedangkan yang diperantarai mekanisme kekebalan seluler dinamakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat.
Suatu klasifikasi kelainan-kelainan imunologis yang lebih berguna adalah yang diusulkan oleh Gell dan Coomb. Skema ini mengenai empat jenis mekanisme :
  • Reaksi tipe I  diperantarai oleh antibody IgE yang terikat pada permukaan sel.
  • Reaksi tipe II diperantarai oleh antibody IgG atau IgM yang bereaksi dengan antigen pada permukaan sel sasaran.
  • Reaksi tipe III diperantarai melalui pembentukan kompleks-kompleks antibody antigen,sebagian besar dengan antibody IgG.
  • Reaksi tipe IV diperantarai oleh limfositT yang mengalami sensitisasi.


Cara Cedera Jaringan

Pada reaksi tipe I, juga disebut sebagai reaksi tipe anafilaktik, subjek yang harus disensitisasi lebih dahulu dengan terkena antigen tertentu.
Reaksi tipe II pada dasarnya adalah sitotoksik. Dalam reaksi macam ini ,antibody IgG dan IgM yang bersirkulasi bersatu dengan antigen yang cocok pada permukaan sel ( yaitu, antigen menempel pada atau merupakan bagian dari permukaan sel ).
Jika sel sasaran adalah se lasing spt bakteri, maka hasil reaksinya menguntungkan.
Namun kadang-kadang sel sasaran itu adalah eritrosit dari hospes, dalam hal ini akibatnya dapat berupa anemia hemolitika.
R`eaksi tipe III mempunyai banyak bentuk,tetapi mereka akhirnya diperantarai kompleks imun, yaitu kompleks antigen dengan antibody,biasanya dari jenis IgG.
Prototipe reaksi jenis ini adalah apa yang dinamakan reaksi Arthus.
Reaksi tipe IV , yang diperantarai oleh kontrak limfosit T yang sudah disensitisasi dengan antigen yang sesuai,dapat ditemukan pada sejumlah keadaan.


Respon Tubuh Terhadap Tantangan Imunologis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.