Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Tuesday, December 30, 2014

Sistem Informasi Rumah Sakit ( SIRS )

A.  Pendahuluan

Kebutuhan akan data dan informasi saat ini berkembang sangat pesat, dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Dengan telah berlakunya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka tersedianya data dan informasi mutlak dibutuhkan terutama oleh badan layanan umum seperti rumah sakit. Data dan Informasi tersebut setiap tahunnya mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman, sehingga revisi dalam Sistem Informasi RS yang sudah ada saat ini mutlak dibutuhkan.
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data RS se Indonesia. Sistem Informasi ini mencakup semua Rumah Sakit umum maupun khusus, baik yang dikelola secara publik maupun privat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang RS. SIRS ini merupakan penyempurnaan dari SIRS Revisi V yang disusun berdasarkan masukan dari tiap Direktorat dan Sekretariat dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Hal ini diperlukan agar dapat menunjang pemanfaatan data yang optimal serta semakin meningkatnya kebutuhan data saat ini dan yang akan datang.

Sistem Informasi Rumah Sakit SIRS

B.  Tujuan Sistem Informasi RS( SIRS )

Tujuan dari pedoman ini adalah :
  • Sebagai acuan dalam pengisian formulir pelaporan data rumah sakit.
  • Membantu rumah sakit dalam mengisi data pada formulir pelaporan.

C.  Sistem Informasi RS ( SIRS )

  1. RL 1 Data Dasar RS
  2. RL 2 Data Ketenagaan
  3. RL 3 Data Kegiatan Pelayanan RS
  4. RL 4 Data Morbiditas Dan Mortalitas Pasien
  5. RL 5 Data Bulanan


1. RL 1. Data Dasar RS

Penjelasan
  • Formulir RL1 adalah formulir untuk data dasar rumah sakit. Formulir ini dilaporkan setiap 1 tahun sekali oleh RS, khusus untuk RL 1.1 di laporkan setiap waktu apabila ada perubahan.
  • Untuk Data Tempat tidur, bagi RS yang tidak bias mengelompokkan jumlah tempat tidur per pelayanan rawat inap, maka jumlah tempat tidur tersebut diletakkan pada jenis pelayanan umum.
  • Pelayanan rawat inap perinatologi adalah pelayanan rawat inap yang khusus disediakan bagi bayi baru lahir.
  • Setiap RS Umum, minimal mempunyai ruang rawat inap umum, obstetri dan perinatologi dengan jumlah tempat tidur tersendiri, oleh karena itu setiap rumah sakit umum minimal mengisi jumlah tempat tidur untuk pelayanan rawat inap umum, obstetri dan perinatologi.
  • Kecuali bagi RS Umum yang tidak mempunyai ruang rawat obstetri tersendiri (tempat tidur untuk pasien obstetric digabung pada ruang rawat inap umum) maka pada RS Umum tersebut hanya mengisi alokasi tempat tidur pada Umum dan Perinatologi saja.
  • Yang dimaksud dengan jumlah tempat tidur adalah jumlah tempat tidur yang tersedia pada ruang rawat inap. Jumlah tempat tidur ini bukanlah kapasitas tempat tidur.
  • Jumlah tempat tidur tersebut tidak termasuk tempat tidur yang dipergunakan untuk bersalin, kamar pemulihan (RR), kamar tindakan, untuk pemeriksaan pada unit rawat jalan (Umum, Spesialisasi dan subspesialisasi serta unit rawat jalan gigi) dan klinik unit rawat darurat.
  • Jumlah tempat tidur untuk jenis pelayanan ICU, ICCU dan NICU/PICU diisi jika Rumah Sakit tersebut sudah mempunyai ruang rawat inap tersendiri dengan tempat tidur dan peralatan khusus untuk pelayanan ICU, ICCU dan NICU/PICU tersebut.
  • Untuk Rumah Sakit Khusus yang hanya melayani satu jenis pelayanan spesialisasi, jumlah tempat tidur dilaporkan pada masing-masing ruang rawat inap yang sesuai dengan spesialisasinya.

2. RL 2. Data Ketenagaan

Penjelasan

  • Data Keadaan Tenaga RS (formulir RL2) merupakan data rekapitulasi semua tenaga yang ditetapkan resmi bekerja di suatu RS berdasarkan jenis kelamin.
  • Data ketenagaan RS adalah semua jenis tenaga yang bekerja di RS baik Tenaga Kesehatan seperti : tenaga medis, kefarmasian, kesehatan masyarakat, gizi, keterapian fisik, keteknisian medis maupun tenaga non kesehatan.
  • Kualifikasi pendidikan yang dilaporkan dalam pengelompokan jenis ketenagaan berdasarkan pada pendidikan tertinggi yang dicapai tenaga yang bersangkutan.
  • Tenaga dokter yang mengikuti Program Pendidikan Pasca Sarjana (PPDS) di suatu rumah sakit dicatat pada Rumah Sakit Pendidikan yang menyelenggarakan PPDS tersebut, bukan oleh RS yang mengirim.
  • Dokter umum yang sedang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis/Pasca Sarjana (brevet keahlian) pada RS Pendidikan dikelompokkan dalam kategori dokter PPDS (nomor 1.2).
  • Bagi tenaga dokter, dokter gigi yang memperoleh pendidikan tambahan seperti MHA, MARS, M.Kes, dan sebagainya dikelompokkan dalam kategori Dokter/Dokter Gigi S2 (nomor 1.66)
    dan kategori Dokter/Dokter Gigi S3 Kesehatan Masyarakat (nomor 1.77).
  • Dokter Spesialis yang menyelesaikan Sub Spesialisasinya (S3) dan menjadi Tenaga Pengajar / Konsultan. (nomor 1.88)

3. RL 3. Data Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit

Penjelasan
  • Jenis pelayanan rawat inap disuatu Rumah Sakit diisi sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan pada pasien.
  • Untuk Rumah Sakit yang mempunyai ruangan sesuai spesialisasinya, maka mengisi jenis pelayanan sesuai dengan ruangan tersebut, sedangkan untuk Rumah Sakit yang mempunyai satu ruangan dengan berbagai jenis pelayanan maka mengisikan data pada jenis pelayanan umum.
  • Untuk ruang perawatan Obstetri (ibu melahirkan dan nifas) yang mempunyai rawat gabung akan melaporkan juga jenis pelayanan Perinatologi. 
  • Untuk Rumah Sakit Khusus yang menampung hanya satu jenis pelayanan spesialisasi (rumah sakit Jiwa, rumah sakit Mata, rumah sakit Kusta, rumah sakit Tuberkulosa Paru dsb.), kegiatan rawat inap dilaporkan pada masing-masing ruang rawat inap yang sesuai dengan spesialisasinya.
  • Untuk Rumah Sakit Khusus yang menampung hanya satu jenis pelayanan spesialisasi (rumah sakit Jiwa, rumah sakit Mata, rumah sakit Kusta, rumah sakit Tuberkulosa Paru dsb.), kegiatan rawat inap dilaporkan pada masing-masing ruang rawat inap yang sesuai dengan spesialisasinya.
  • Pelayanan rawat inap disuatu Rumah Sakit mempunyai tingkatan pelayanan yang diperinci menurut kelas perawatan. Kelas perawatan tersebut ditentukan oleh masing-masing Rumah Sakit dan untuk standardisasi berbagai kelas telah diadakan pengelompokan kelas perawatan.
  • Kelas Perawatan rawat inap yang ada disuatu Rumah Sakit harus tercermin pada pengisian RL3 halaman 1 dan RL1 halaman 2. Pengisian kelas perawatan pada formulir RL3 harus sesuai dengan kelas perawatan yang dinyatakan pada RL1.
  • Untuk beberapa jenis pelayanan rawat jalan tertentu antara lain KB, Jiwa, Gigi dan Mulut, Radiologi, Unit Darurat, Rehabilitasi Medik harus tercermin pula perincian kegiatannya pada paragraph yang relevan dihalaman berikutnya dari formulir RL3 tersebut.

4. RL 4. Data Morbiditas Dan Mortalitas Pasien

Penjelasan

  • Formulir RL4a adalah formulir untuk data keadaan morbiditas pasien rawat inap yang merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah pasien keluar Rumah Sakit (hidup dan mati) untuk per semester.
  • Data dikumpulkan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 30 Juni dan 1 Juli sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.
  • Untuk semua pasien keluar rumah sakit pada tanggal 1 Januari sampai dengan 30 Juni dan semester berikutnya, dibuatkan rekapitulasi dan dilaporkan dengan mengisi formulir RL4a.
  • Pengelompokan jenis penyakit yang terdapat pada formulir RL4a disusun menurut pengelompokan jenis penyakit sesuai dengan Daftar Tabulasi Dasar KIP/10, dan penambahan kelompok DTD pada Gabungan Sebab Sakit. Terdapat penambahan 19 kelompok DTD dari 489 kelompok menjadi 508 kelompok.
  • Penambahan kelompok DTD pada Golongan Sebab Luar Morbiditas dan Mortalitas. Tidak terdapat penambahan kelompok DTD, untuk penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.
  • Data jumlah pasien keluar Rumah Sakit untuk setiap jenis penyakit diperinci menurut golongan umur, menurut seks dan jenis kelamin dari pasien keluar Rumah Sakit tersebut.

5. RL 5. Data Bulanan

a. Pengunjung Rumah Sakit
    >  Pengunjung Baru
        Pengunjung Baru adalah pengunjung yang baru pertama kali datang yang diakses di Rumah
        Sakit dan dapat melakukan beberapa kunjungan di beberapa Poliklinik sebagai kunjungan baru
        dengan kasus baru. Setiap pengunjung baru rumah sakit diberikan nomor rekam medik dengan
        menggunakan register penomoran dan dibuatkan folder Rekam Medik. Nomor Rekam Medik
        diberikan hanya 1 kali seumur hidup.

   >  Pengunjung Lama
       Pengunjung Lama adalah pengunjung yang datang untuk kedua dan seterusnya, yang datang ke
       poliklinik yang sama atau berbeda sebagai kunjungan lama atau kunjungan baru dengan kasus
       lama dan kasus baru. Tidak mendapat Nomor Rekam Medik lagi,

b. Daftar 10 Penyakit Terbesar Rawat Jalan
     Penjelasan

  • Formulir RL 5.3 adalah formulir untuk data keadaan morbiditas pasien rawat jalan yang merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah pasien keluar RS (hidup dan mati) untuk satu tahun.
  • Data dikumpulkan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.Untuk semua pasien keluar RS pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember berikutnya, dibuatkan rekapitulasi dan dilaporkan dengan mengisi formulir RL 5.3.
  • Pengelompokan jenis penyakit yang terdapat pada formulir RL 5.3 disusun menurut pengelompokan jenis penyakit sesuai dengan Daftar Tabulasi Dasar KIP/10, dan penambahan kelompok DTD pada Gabungan Sebab Sakit. Terdapat penambahan 19 kelompok DTD dari 489 kelompok menjadi 508 kelompok.
  • Penambahan kelompok DTD pada Golongan Sebab Luar Morbiditas dan Mortalitas. Tidak terdapat penambahan kelompok DTD, untuk penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.
  • jumlah pasien keluar RS untuk setiap jenis penyakit diperinci menurut golongan umur, menurut seks dan jenis kelamin dari pasien keluar RS tersebut.



(Permenkes SIRS No. 1171 Tahun 2014 )

Sistem Informasi Rumah Sakit ( SIRS ) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

1 komentar:

  1. (Permenkes SIRS No. 1171 Tahun 2014 )? sudah revisi ya kak?
    mohon dijawab terimakasih kak.

    ReplyDelete

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.