Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Friday, December 26, 2014

Tata Cara Koding ICD-10

Koding


1. Translasi dari suatu diagnosis, prosedur, jasa maupun pelayanan ke dalam kode numerik dan/atau alfanumerik untuk tujuan pelaporan statistik dan reimbursement.
2. Membutuhkan pengetahuan tentang terminologi medis menyangkut diagnosis, dan prosedur untuk dapat mengalokasikan kode secara akurat 



Prosedur Koding

1.  Persiapan koding :
  • Alat bantu koding (Buku ICD-10 Vol.1 & 3, Kamus kedokteran/ Bhs Inggris)
  • Dokumen Rekam Medis (RM) lengkap (post-assembled)
2.  Analisis dokumen RM untuk menentukan item yang harus di-kode
3.  Koding

Analisis Dokumen Rekam Medis

Tujuan : agar kode terpilih dapat merepresentasikan dengan tepat diagnosis
Bagian RM yang dianalisis :
  • Resume (Anamnesis, Pem. Fisik, Diagnosis, Terapi, Follow-up)
  • Pemeriksaan Penunjang (Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Radiologi, dll)
  • Laporan lain (Operasi, Fisioterapi, dll) 

Pedoman Sederhana Dalam Koding

  • Identifikasi tipe pernyataan yang akan di-kode
  • Lihat lead term à  Vol 3
  • Baca seksama & ikuti petunjuk catatan yang muncul di bawah lead term
  • Baca istilah yg terdapat dlm tanda kurung     “( )” sesudah lead term
  • Ikuti secara hati-hati setiap ‘cross -references’ dan perhatikan ‘see’ & ‘see-also’ yg ada dlm indeks
  • Lihat daftar tabulasi (Vol.1) untuk melihat kode yg paling tepat. Bila ada .- à cari karakter ke-4
  • Ikuti ‘inclusion’ dan ‘exclusion’à Kode

Penggunaan  Volume 3 (Alphabetical Index)

  • Perhatikan struktur diagnosis à lead term
  • Tentukan penggolongan lead term dalam bagian yg sesuai (Vol.3)
  • Perhatikan catatan & cross-reference  (Vol.3)

Apakah Lead term  ?

Lead Term atau Main Term adalah kata kunci yang menjadi acuan pencarian kode pada indeks alfabetik.
Di Indeks à dicetak tebal di sisi kiri
Merupakan masalah (diagnosis, cedera, dll) utama pada pasien. 

Berbagai kata standar yang dapat digunakan sebagai ‘lead term’

  • Assault (=homicidal) à Sect. II
  • Complication
  • Disease
  • Delivery
  • Examination
  • Fracture
  • Infection
  • Injury
  • Labour/labor
  • Pregnancy
  • Sequellae 
  • Eponym


Letak Anatomik bukan ‘lead term’


  • Jika kita tetap menjadikan letak anatomik sebagai ‘lead term’ maka akan muncul istilah  ‘see condition’ yang berarti coder harus merujuk pada kondisi si pasien dan bukan letak anatomiknya.
  • Indeks alfabetik telah disusun sedemikian sehingga coder dapat mengalokasikan kode yang tepat dengan mencari lead term dari berbagai istilah yang berbeda 

Lead Term

Contoh :  ‘Congestive Heart Failure’ akan dapat dirujuk menggunakan istilah ‘congestive’ ataupun ‘failure’ dan menemukan kode yang sama yaitu  I50.0

Di bawah lead term akan disusun (list) sub term – sub term yang menjelaskan kondisi pasien lebih jauh. Umumnya berisikan ;
  • Etiology (causa)
  • Lokasi /site anatomik
  • Tipe kelainan/penyakit
  • Keterangan lebih lanjut ttg penyakitnya 


Perhatikan Tanda Baca


  • Inclusion term (includes)
  • Exclusion term (excludes)
  • Glossary descriptions
  • Tanda kurung/ Parentheses (    )
  • Kurung besar/ Square brackets [  ]
  • NOS (Not Otherwise Specified)
  • NEC (Not Elsewhere Classified)
  • And & Point Dash (.-)
  • Notes  (Catatan Khusus)
  • Cross references ; See .. Dan See also …
Tata Cara Koding ICD-10




Health Information Management Practision

Tata Cara Koding ICD-10 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.