Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Saturday, January 10, 2015

Fisiologi Alat Reproduksi Wanita

Masa pubertas pada wanita merupakan masa produktif yaitu masa untuk mendapatkan keturunan, yang berlangsung 40 tahun. Setelah itu wanita memasuki masa klimakterium yaitu masa peralihan antara masa reproduksi dengan masa senium ( kemunduran ), dimana haid berangsur-angsur berhenti selam 1-2 bulan dan kemudian berhenti sama sekali, yang disebut menopause. Selanjutnya terjadi kemunduran alat-alat reproduksi, organ tubuh, dan kemampuan fisik.

Menstruasi

Pada wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah dari alat kandungannya yang disebut menstruasi ( haid ). Pada siklus menstruasi, selaput lendir rahim terjadi perubahan-perubahan yg berulang-ulang dari hari ke hari. Selama 1 bulan mengalami 4 masa ( stadium ).

Fisiologi Alat Reproduksi Wanita

1. Stadium menstruasi ( desquamasi ).

Pada masa ini, endometrium terlepas dari dinding rahim disertai perdarahan, hanya lapisan tipis yg tertinggal disebut stratum basale. Stadium ini berlangsung selama 4 hari. Melalui haid, keluar darah, potongan-potongan endometrium, dan lendir dari serviks. Darah ini tidak membeku karena adanya fermen ( biokatalisator ) yg mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan-potongan mukosa. Banyak perdarahan selam haid 50cc.

2. Stadium post menstruum ( regenerasi ).

Luka yg terjadi karena endometrium terlepas, lalu berangsur-angsur ditutup kembali oleh selaput lendir baru dari sel epitel kelenjar endometrium.  Pada masa ini, tebal endometrium kira-kira 0,5mm. Stadium ini berlangsung selam 4 hari.

3. Stadium inter menstruum ( proliferasi ).

Pada masa ini, endometrium tumbuh menjadi tebal 3,5mm, kelenjar-kelenjarnya tumbuh lebih cepat dari jaringan lain. Stadium ini berlangsung 5-14 hari dari hari pertama haid.

4. Stadium pra menstruum ( sekresi )

Pada stadium ini, endometrium tetap tebal, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku-liku serta mengeluarkan getah. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yg diperlukan sebagai makanan untuk sel telur. Perubahan ini dilakukan untuk mempersiapkan endometrium dalam menerima sel telur.

Siklus Ovarium

Dalam ovarium banyak terdapat sel-sel telur muda yg dikelilingi oleh sel gepeng, bangunan ini disebut folikel primordial. Sebelum pubertas, ovarium  masih dalam keadaan istirahat, sedangkan pada waktu pubertas ovarium dibawah pengaruh hormone dari lobus hipofisis anterior yaitu FSH. Folikel primordial mulai tumbuh walaupun hanya satu yg matang, kemudian pecah, dan yg lain mati.

Hormon Wanita


1. Hormon Estrogen

Disekresi oleh sel-sel Trahhe ( serviks/leher ) intrafolikel ovarium ,korpus luteum, dan plasenta. Estrogen mempermudah pertumbuhan folikel ovarium dan meningkatkan pertumbuhan tuba uterus, jumlah otot uterus, serta kadar protein kontraktil uterus.
Pengaruh terhadap organ seksual al. pada pembesaran ukuran tuba falopii, vagina, pengendapan lemak pada mons veneris,pubis, dan labia, serta mengawali pertumbuhan mamae. Pengaruh lainnya adalah kelenjar mamae berkembang dan menghasilkan susu,tubuh berkembang dgn cepat,tumbuh rambut pada pubis dan aksila,serta kulit menjadi lembut.

2. Hormon Progesteron

Dihasilkan korpus luteum dan plasenta, bertanggung jawab atas perubahan endometrium, dan perubahan siklik dalam serviks serta vagina. Progesteron juga berpengaruh anti estrogenic pada sel-sel miometrium,menurunkan kepekaan otot tsb,sensitivitas miometrium terhadap oksitosin, dan aktivitas listrik spontan.
Efek progesterone terhadap tuba falopii adalah meningkatkan sekresi dan mukosa. Pada kelenjar mamae akan meningkatkan perkembangan lobules dan alveolus kelenjar mamae,keseimbangan elektrolit, serta peningkatan sekresi air dan natrium.

3. Folikel Stimulating Hormon ( FSH )

Mulai ditemukan pada wanita umu.r 11 tahun dan jumlahnya terus menerus bertambah sampai dewasa. FSH dibentuk oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Pembentukan FSH ini akan berkurang pada pembentukan/pemberian estrogen dalam jumlah yg cukup spt pada kehamilan.

4. Lutein Hormon ( LH )

LH bekerja sama dgn FSH untuk menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de Graaf. Bila estrogen dibentuk dalam jumlah yg besar akan menyebabkan pengurangan produksi FSH,sedangkan produksi LH bertambah hingga tercapai suatu rasio produksi FSH dan LH sehingga dapat merangsang terjadinya ovulasi.

5. Prolaktin atau Luteotropin Hormone ( LTH )

Ditemukan pada wanita yg mengalami menstruasi. Jumlah terbanyak terdapat pada urin wanita hamil,masa laktasi, dan menopause. Prolaktin dibentuk oleh sel alpha ( asidophil ) dari lobus anterior kelenjar hipofisis. Fungsi hormone ini adalah memulai mempertahankan produksi progesterone dari korpus luteum. Kelenjar hipofisis dirangsang dan diatur oleh pusat yg lebih tinggi yaitu hipotalamus untuk menghasilkan gonadotrophin releasing factor.

Progestin

Yang paling penting dari progestin adalah progesterone. Pada wanita normal,progesteron disekresi dalam jumlah cukup banyak selama akhir siklus ovarium. Selain itu,progesterone juga disekresi oleh plasenta selama kehamilan khususnya setelah kehamilan bulan keempat.

Sintesis estrogen dan progesteron 

Keduanya disintesis dalam ovarium terutama dari kolesterol yg berasal dari darah dalam jumlah kecil yg diperoleh dari asetil koenzim A dan membentuk  inti steroid yg tepat. Selama fase luteal dari siklus, jauh lebih banyak dibentuk progesterone yg semuanya akan diubah dalam plasma wanita oleh ovarium.

Ovulasi

Pada wanita yg mempunyai siklus seksual normal 28 hari, sesudah terjadinya menstruasi, tidak beberapa lama sebelum ovulasi, dinding luar folikel yg menonjol akan membengkak dgn cepat dan daerah kecil bagian tengah kapsul yg disebut stigma akan menonjol seperti puting. Dalam waktu 30 menit kemudian,cairan akan mulai mengalir dari folikel melalui stigma. 

Hormon Plasenta

Hormon
Fungsi
Hormon Chorionic Gonadotrophin





Estrogen juga disekresikan oleh korpus luteum kehamilan




Progesteron juga disekresikan oleh korpus luteum kehamilan






Hormon Chorionic Somatomammotropin



Relaksin juga disekresikan oleh korpus luteum kehamilan
Mempertahankan korpus luteum kehamilan.
Merangsang sekresi testosterone oleh testis yg sedang berkembang dimudigah XY.

Merangsang pertumbuhan miometrium dan meningkatkan kekuatan uterus untuk persalinan.
Membantu mempersiapkan kelenjar mamaria untuk laktasi

Menekan kontraksi uterus agar lingkungan janin tenang.
Mendorong pembentukan sumbat mucus diserviks untuk mencegah kontaminasi uterus.
Membantu mempersiapkan kelejar mamaria untuk laktasi.

Diperkirakan menurunkan penggunaan glukosa oleh ibu sehingga jumlah glukosa yg dialirkan kejanin dapat ditingkatkan.

Melunakkan serviks sebagai persiapan untuk dilatasi serviks pada saat persalinan.



Efek estrogen dan progesterone
Lokasi
Efek
Pada jaringan spesifik seks






`















Efek reproduksi lain















Efek non reproduksi






Progesterone
·        Esensial untuk pematangan dan pelepasan sel telur.
·        Merangsang pertumbuhan dan memelihara keseluruhan saluran produksi wanita.
·        Merangsang proliferasi sel granulose yg menyebabkan pematangan folikel.
·        Menipiskan mucus serviks untuk memudahkan penetrasi sperma.
·        Meningkatkan transfortasi sperma ke eviduktus dgn merangsang kontraksi uterus dan oviduktus ke atas.
·        Merangsang pertumbuhan endometrium dan miometrium.
·        Menginduksi pembentukan reseptor progesterone di endometrium, selama gestasi reseptor eksitosin di miometrium.

·        Meningkatkan perkembangan karakteristik seks sekunder.
·        Control sekresi GnRH dan gonadotropin.
·        Kadar rendah menghambat sekresi.
·        Kadar tinggi akan memicu lonjakan LH.
·        Merangsang perkembangan duktus di payudara selama kehamilan.
·        Menghambat efek stimulasi sekresi susu oleh prolakti selama kehamilan.


·        Meningkatkan penimbunan lemak.
·        Menutup lempeng epifisis.
·        Menurunkan kolesterol darah.
·        Memiliki efek vaskuler.


·        Mempersiapkan lingkungan yg sesuai untuk perkembangan mudigah atau janin.
·        Meningkatkan pembentukan sumbatan mucus yg kental dikanalis servikalis.
·        Menghambat sekresi GnRH & gonadotropin di hipotalamus.
·        Merangsang perkembangan alveolus di payudara selama kehamilan.
·        Menghambat efek stimulasi sekresi susu oleh prolaktin selama kehamilan.
·        Menghambat kontraksi uterus selama kehamilan.


Pubertas

Pubertas ialah dimulainya kehidupan seksual dewasa, sedangkan menarke adalah dimulainya menstruasi. Periode pubertas terjadi karena kenaikan sekresi hormone gonadotropin oleh hipofisis, dimulai pada tahun kedelapan kehidupan dan mencapai puncaknya pada saat terjadinya menstruasi yaitu pada usia 11-16 tahun. Timbulnya pubertas dirangsang oleh beberapa proses pematangan yg berlangsung di daerah otak yaitu hipotalamus dan system limbic yg ditandai dgn hal-hal berikut ini.
  1. Peningkatan sekresi estrogen pada pubertas.
  2. Variasi siklus bulanan.
  3. Peningkatan sekresi estrogen lebih lanjut selama beberapa tahun pertama dari kehidupan seksual.
  4. Terjadi penurunan progresif dari sekresi estrogen menjelang akhir kehidupan seksual.
  5. Hampir tidak ada sekresi estrogen dan progesterone sesudah menopause.

Fisiologi Alat Reproduksi Wanita Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.