Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Thursday, January 8, 2015

Gangguan Sirkulasi

Kongesti Gangguan Sirkulasi


Kongesti adalah suatu keadaan adanya darah yang berlebihan didalam pembuluh pada daerag tertentu. Kata lain untuk kongesti adalah hyperemia. Mengalami kongesti berwarna merah tua ( atau ungu ) karena bertambahnya darah dalam jaringan. Terdapat 2 mekanisme dimana kongesti dapat timbul :



  1. Oleh kenaikan nyata jumlah darah yang mengalir ke suatu daerah
  2. Oleh penurunan jumlah darah yang mengalir dari suatu daerah

Gangguan Sirkulasi

Kongesti Aktif

Jika aliran darah ke dalam suatu daerah bertambah dan menimbulkan kongesti, maka fenomena ini disebut kongesti aktif. Dalam arti bahwa lebih banyak darah mengalir kedalam daerah itu dari biasanya. Kenaikan aliran darah local ini dilakukan dengan dilatasi arteriol yang berkelakuan seperti klep yang mengatur aliran ke dalam mikrosirkulasi local.

Kongesti Pasif

Sesuai dengan namanya, kongesti pasif tidak menyangkut kenaikan jumlah darah yang mengalir ke suatu daerah, tetapi lebih merupakan suatu gangguan aliran darah dari daerah itu. Apapun yang menekan venula dan vena yang mengalirkan darah dari jaringan  dapat menimbulkan kongesti pasif.

Kongesti pasif secara relative dapat berlangsung sebentar saja, dalam hal ini diberi istilah kongesti pasif akut, atau dapat berlangsung lama dalam hal ini diberi istilah kongesti pasif kronis. Jika kongesti pasif berlangsung sebentar saja, maka tidak ada pengaruh pada jaringan yang tersangkut. Namun pada kongesti pasif kronis, terdapat perubahan-perubahan yang permanen dalam jaringan. Perubahan-perubahan ini sebagian besar disebabkan oleh kenyataan bahwa didaerah kongesti pasif jika perubahan dalam aliran darah cukup jelas, maka terjadi hipoksia jaringan yang dapat mengakibatkan penyusutan atau hilangnya sel-sel dari jaringan yang tersangkut. Pada organ-organ tertentu hal ini juga mengakibatkan kenaikan jumlah serabut fibrosa jaringan penyambung. Pada banyak daerah juga terdapat bukti pemecahan sel darah merah local, yang mengakibatkan pengendapan pigmen yang berasal dari hemoglobin didalam jaringan.

Akibat lain dari kongesti pasif kronis adalah dilatasi vena didaerah yang terkena. Vena-vena yang melebar, agak berkelok-kelok,berdinding tebal itu disebut vena varikosa atau varises. Varises pada tungkai sering terlihat. Juga sering dijumpai hemorrhoid, yang sebenarnya merupakan varises dari anus.

Udema Gangguan Sirkulasi

Udema adalah penimbunan cairan yang berlebihan di antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh. Jika udema mengumpul dalam suatu rongga, biasanya dinamakan efusi,misalnya efusi pericardium, efusi pleura. Penimbunan cairan di dalam rongga peritoneum biasanya diberi istilah asites. Udema umum yang pasif sering disebut sebagai anasarka. Hidrop atau dropsi adalah istilah lama dan menyatakan udema.

Etiologi dan Patogenesis

Faktor-faktor local mencakup tekanan hidrostatik dalam mikrosirkulasi dan permeabilitas dinding pembuluh. Kenaikan tekanan hidrostatik cendrung memakasa cairan masuk  ke dalam ruang interstitial tubuh. Penyebab local lain dari pembentukan udema adalah obstruksi saluran limpa, yang normal bertanggung jawab atas pengaliran cairan interstitial. Jika saluran ini tersumbat karena alas an apapun, maka jalan keluar cairan yang penting ini hilang, mengakibatkan udema yang disebut sebagai limfedema.

Faktor-faktor sistemik dapat juga mempermudah pembentukan udema. Karena keseimbangan cairan bergantung pada sifat-sifat osmotic protein serum, maka keadaan yang disertai oleh penurunan konsentrasi protein ini dapat mengakibatkan udema.   Pada apa yang dinamakan sindroma nefrotik, sejumlah besar protein hilang dalam urin, dan penderita menjadi hipoproteinemia dan udema.

Transudat dan Eksudat

Jika cairan tertimbun di dalam jaringan atau ruangan karena bertambahnya permeabilitas pembuluh terhadap protein, maka penimbunan ini disebut eksudat. Jadi udema peradangan merupakan suatu eksudat. Jika cairan tertimbun dalam jaringan atau ruangan karena alas an-alasan lain bukan akibat perubahan, maka penimbunan ini disebut transudat. Selain itu, protein eksudat sering mengandung fibrinogen, yang akan mengendap sebagai fibrin, menyebabkan pembekuan cairan eksudat. Transudat umumnya tidak membeku. Akhirnya, eksudat sering mengandung leukosit sebagai bagian dari proses peradangan, sedangkan transudat cenderung tidak banyak mengandung sel.

Morfologi Udema

Morfologi udema secara sederhana  menyangkut pembengkakan bagian yang terkena karena terlalu banyak cairan yang terkandung dalam interstitial.

Pengaruh Udema

Mata kaki yang membengkak itu sendiri tidak membahayakan penderitaa, selain dalam arti kosmetik tetapi berguna sebagai indicator kehilngan protein,payah jantung kongestif.

Perdarahan

Perdarahan adalah keluarnya darah dari batas system kardiovaskuler, disertai penimbunan dalam jaringan atau ruang tubuh, dan keluarnya darah yang sebenarnya dari tubuh.
Penimbunan darah pada jaringan disebut hematoma. Titik-titik perdarahan yang dapat dilihat pada permukaan kulit atau permukaan mukosa atau pada permukaan organ disebut petekiae.
Daerah-daerah perdarahan yang lebih besar, berbecak disebut disebut ekimosis dan suatu keadaan yang ditandai oleh perdarahan berbecak yang tersebar luas kadang-kadang disebut purpura.

Gangguan Sirkulasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.