Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Wednesday, January 7, 2015

Patologi

Arti Kata Patologi

   a. Patos : Penyakit
   b. Logos : Ilmu 

Definisi


  1. Patologi adalah ilmu yang mempelajari Penyakit yang meliputi empat aspek yaitu penyebab (etiologi), Perkembangan Penyakit(patogenesis), bentuk kerusakan sel dan jaringan tubuh (Morfologi) dan Kelainan Fungsi akibat pengaruh penyakit.
  2. Sakit (Patologis) adalah situasi dimana sistem organ tubuh manusia tidak mampu mengadaptasi perubahan baik dari dalam maupun luar tubuh sehingga timbul kerusakan sel dan jaringan tubuh.
  3. Sehat (Fisologis)  adalah situasi dimana sistem organ tubuh mampu mengadaptasi perubahan baik dari dalam maupun luar tubuh sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh.
Patologi

Empat Aspek Patologi

1. ETIOLOGI  (Penyebab penyakit)
2. JENIS PENYAKIT
3. MORFOLOGI ( Bentuk Kerusakan Sel dan Jaringan)
4. KELAINAN FUNGSI

1. ETIOLOGI  (Penyebab penyakit)


  • Kuman: adalah penyebab penyakit infeksi
  • Trauma Non Kuman, Trauma mekanik (Tabrakan,pukulan), fisik (cahaya,panas ), Lidytik, zat kimia (Keracunan logam berat,polusi  debu)
  • Kelainan Genetika
  • Kelainan Fungsi sistemik
  • Kelainan yang penyebabnya belum diketahui. Banyak penyakit tidak diketahui penyebabnya  sehingga diagnosa nama organ + pathy (Myocardiopathy) atau  kumpulan gejala –gejala penyakit dengan nama penemunya (sindroma )

2. PATOGENESIS  (Mekanisme Perkembangan Penyakit) 


  • Perubahan dapat diatasi tanpa cacat. Penyakit akut dapat sembuh dengan sempurna tanpa meningalkan sedera seperti Coryza(masuk angin).
  • Perubahan  dapat diatasi dengan cacat permanen. Penyakit akut dapat sembuh  dengan pengobatan tetapi menimbulkan cacat permanen seperti Luka bakar berupa parut yang menganggu penampilan atau menghalangi gerakan sendi (kontraktur)
  • Perubahan tidak dapat diatasi. Penyakit tidak dapat diatasi sehingga   menimbulkan kerusakan pada sel jaringan organ yang dapat menimbulkan kelainan Fungsi Sistemik organ tubuh.

3. MORFOLOGI ( Bentuk Kerusakan Sel dan Jaringan)


  • Nekrosis. Kematian sel dan jaringan tubuh akibat penyakit yang  mengalami perubahan dalam berbagai bentuk (pola Nekrosis)
  • Apoptosis. Sel dan Jaringan pada penyakit tertentu tidak mengalami nekrosis(kematian )  tetapi mengalami penciutan ,mengecil dan akhirnya menghilang.
  • Neoplasia. Sel dan Jaringan berkembang secara otonom dan tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan tubuh yang dikenal sebagai Tumor/kanker
  • Hiperlasi dan Aplasie. Kelainan perkembangan sel dan jaringan tubuh janin didalam kandungan ibu yang dapat membesar (Hiperplasia), mengecil Hipoplasia, atau tidak terbentuk(Aplasia)
  • Gangguan Pertumbuhan Tubuh. Gangguan pertumbuhan sel dan jaringan tubuh yang dipengaruhi oleh hormnom pertumbuhan (Growth Hormon) sehingga ada tubuh kecil(Cretinism), b\tubuh besar(Gigantism), atau ujung tubuh membersar seperti dagu,jari (Acromegali)

4. KELAINAN FUNGSI


  • Kelainan Fungsi sistem Jantung dan pembuluh darah. Fungsi Jantung terganggu akibat adanya kekurangan suply 02 oleh arteri koroner pada otot jantung sehingga Jantung mendadak berhenti bekerja(Gagal Jantung)
  • Kelainan Sistem Pencernaan. Fungsi alat pencernaan hati menurun sangat hebat lebih dari 80% akibat kerusakan hati oleh penyakit Infeksi Hepatitis Fulminans(hebat)  sehingga fungsi hati tidak terlaksan sehingga menimbulkan Gagal hati yang mengancam jiwa.
  • Kelainan Fungsi Sistem Reproduksi wanita. Kelaianan Fungsi Reproduksi wanita dapay menimbulkan gangguan pada fungsi Kehamilan atau Fungsi Persalian, serta gangguan sikklus haid
  • Kelainan Fungsi sistem lainnya. Kelainan Fungsi sistemik lainnya akan dibahas  yang  kelainannya sering ditemui  dan kelainan Fungsi sitemik yang membutuhkan kemampuan ilmu lain seperti Biokimia, patologi anatomi dan ilmu lain yang belum dimiliki mahasiswa tidak akan dibahas dalam patologi dasar.

Patologi Kelainan Sel Dan Jaringan


1. Patogenesis

    a.  Adaptasi sempurna
          Sel dan jaringan akan kembali normal tanpa cacat ,  berarti kelainan Reversible.
    b. Adaptasi tidak sempurna
        1) Sel dan Jaringan dapat kembali normal dengan cacat permanen tetapi  fungsi organ normal, seperti perubahan warna kulit dan  parut yang tidak menganggu fungsi.
        2) Sel dan jaringan mengalami kerusakan ringan yang menimbulkan jejas (degenerasi) seperti perubahan  bentuk dan ukuran  seperti mengecil(hipotrofi),membesar(hipertrofi) akan tetapi fungsi organ masih dalam batas normal
    c. Adaptasi Tidak berhasil.
        Adaptasi tidak berhasil sehingga timbul kerusakan sel dan jaringan  yang permanen dan akan menimbulkan:
        1) Nekrosis
             Nekrosis adalah kematian sel dan jaringan yang  perubahan menjadi  berbagai bentul (Pola Nekrotik).
        2) Apoptosis
            Kerusakan sel dan jaringan yang parah tidak menimbulkan kematian sel(nekrosis), tetapi mengalami penciutan  sehingga organ tubuh jadi kecil(hipotrofi) atau tidak terbentuk(agenesis)

2. Pola Nekrosis

    Sel dan Jaringan yang mengalami kematian akan mengalami perubahan dalam berbagi pola bentuk yang jenisnya sebagai berikut :
a)  Pencairan
Sel dan jaringan nekroti(mati) mencair sendiri(autolisis) atau pengaruh dari luar jaringan (heterolisis). Derah nekrotik melunak dan berisi cairan  , contohnya sel mati berubah jadi  nanah yang akan menumpuk dalam jaringan organ  disebut Abses, atau menumpuk dalam rongga tubuh seperti didalam rongga dada disebut  Empyema...
b) Perkijuan
Sel dan jaringan yang mengalami kematian(nekrosis) akan berubah jadi bahan lunak,rapuh dan menyerupai  kiju, kelainan ini ditemui pada stadium lanjut TBC Paru Kronis.
c)  Perkapuran
Sel dan jaringan yang menlami kematian(nekrosis)  akan berubah jadi kapur dan menyumbat pembuluh darah sehingga jadi keras , kelainan ini ditemui pada penyakit Arterioslerotik Koroner.
d) Perlemakan
Sel dan jaringan lemak yang mengalami nekrosis  akan berubah jadi asam lemak dan kemudian bereaksi dengan kalsium membentuk sabun kalsium yan menumpuk dalam organ. Kelainan ini disebakan oleh  alkoholik, Malnutrisi protein,dan  keracunan obat.

        
        Apabila penumpukan sabun lemak terjadi pada hati secara berlebihan akan menimbulkan kelainan fungsi Hati seprti pada penyakit Sirosis Hepatis.

Health Information Management Praction

Patologi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.