Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Saturday, January 10, 2015

Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat

Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan MasyarakatPrinsip ini terdiri dari batasan ilmu public health menurut Winslow,ilmu kedokteran pencegahan,perbandingan antara ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kedokteran klinik,konsep terjadinya penyakit,dan perkembangan singkat pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.






1. Definisi Public Health 

Menurut Winslow  adalah ilmu atau seni yang bertujuan untuk mencegah penyakit,memperpanjang umur,dan meningkatkan efsiensi hidup masyarakat melalui upaya kelompok-kelompok masyarakat yg terkoordinasi ,perbaikan kesehatan lingkungan,mencegah dan memberantas penyakit menular,dan melakukan pendidikan kesehatan untuk masyarakat/perorangan.

2. Ilmu Kedokteran Pencegahan (Preventive Medicine)

Ada 3 tingkatan pencegahan dibidang pelayanan kedokteran (medical services) sesuai dengan tingkat perkembangan patologi penyakit (tingkat pathogenesis penyakit).
a. Pencegahan primer (primary prevention)
Dua kegiatan utama yaitu promosi kesehatan dan perlindungan spesifik baik untuk perorangan maupun lingkungannya,bukan hanya penyakit infeksi tetapi juga penyakit non infeksi.
Penerapan pada program kesehatan masyarakat melalui program penyuluhan kesehatan masyarakat(pkm),program pemberantasan penyakit menular (p2m) mis: imunisasi,pemberantasan vector),program kesehatan lingkungan

b. Pencegahan Sekunder (secondary prevention)
Ini terdari dari penemuan kasus secara dini dan pengobatan tepat.
Pencegahan sekunder  dilakukan dari fase pathogenesis (masa inkubasi penyakit ) yaitu mulai penyebab penyakit masuk kedalam tubuh manusia atau pada saat stress dimulai khusus untuk penyakit non infeksi sampai dengan timbulnya gejala penyakit atau gangguan kesehatan.
Penerapan ini dilakukan pada program kesehatan dilakukan melalui program P2M (surveilan aktif dan penemuan kasus pasif),program gizi melalui penimbangan dan PMT,program KIA (ANC),program UKS.

c. Pencegahan tersier
Dilaksanakan melalui program rehabilitasi untuk mengurangi ketidakmampuan seorang penderita dan meningkatkan efisiensi hidupnya . Kegiatan rehabilitasi meliputi aspek medis dan social. Penerapan dilapangan melalui program PHN. Prinsip pencegahan adalah mencegah agar individu atau kelompok masyarakat tidak jath sakit,diringankan gejala penyakitnya atau akibat/komplikasi penyakitnya,dan ditingkatkan fungsi tubuhnya setelah perawatan.

3. Perbandingan Program Kesehatan Masyarakat dan Program Kedokteran klinik

Ilmu PH lebih banyak dikembangkan dalam bentuk upaya pencegahan gangguan kesehatan masyarakat dari pada mengobati atau menyembuhkan penyakit pada seorang individu. Pada hakikatnya Ilmu Kedokteran Klinik dan PH hanya berbeda pada dua aspek penting yaitu sasaran programnya (individu dan masyrakat) dan upaya kesehatan yang dilakukan (pengobatan dan pencegahan ). Kedua perbedaan ini akan mempengaruhi pembiayaan dan luasnya jangkauan program.

4. Konsep Terjadinya penyakit

Ada 2 pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami konsep terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan pada seorang individu atau kelompok-kelompok masyarakat.

Pendekatan Segitiga Epidemiologi (host-agent-environment approach)

Konsep terjadinya penyakit yg digambarkan secara sederhana melalui hubungan alamiah antara host (tuan rumah-individu manusia),agent (bibit penyakit –virus,bakteri,jamur,parasit dsb), environment (lingkungan hidup manusia).
Intervensi PH pada prinsipnya mengatur dinamika proses interaksi tersebut agar host akan selalu berada pada posisi yg diuntungkan . Kegiatan intervensi PH ditujukan untuk promosi hidup sehat,menjaga lingkungan hidup sehat,dan pemberantasan agent penyakit dan vektornya. Beberapa hal spesifik yg ada pada masing-masing factor terdiri dari :
a. Faktor Host /penjamu/tuan rumah
Penjamu adalah manusia atau makhluk hidup lainnya,termasuk burung dan artropoda,yang menjadi tempat terjadi proses alamiah perkembangan penyakit. Faktor penjamu yang berkaitan dengan kejadian penyakit dapat berupa :                                                 
umur,jenis kelamin,ras,agama,keturunan,kepribadian,prilaku,gizi dsb.
Yang termasuk dalam factor penjamu adalah :
  • Genetik :mis,sickle cell disease
  • Umur : ada kecendrungan penyakit menyerang umur tertentu
  • Jenis kelamin : ditemukan penyakit yg terjadi lebih banyak pada laki-laki
  • Suku/ras/warna kulit : dapat ditemukan perbedaan antara ras kulit putih dan kulit hitam di Amerika
  • Keadaan fisiologis tubuh : kelelahan,kehamilan,pubertas,stress,atau keadaan gizi
  • Keadaan imunologis : kekebalan yang diperoleh karena adanya infeksi sebelumnya, memperoleh antibody dari ibu,atau pemberian kekebalan buatan (vaksinasi)
  • Tingkah  laku (behavior) : gaya hidup,personal hygiene,hubungan antar pribadi.

b. Faktor Agent/penyakit
Agent adalah suatu unsur,organism hidup atau kuman infektif yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit. Pada bebrapa penyakit agent ini adalah sendiri mis,penyakit infeksi sedankan yang lain bisa terdiri dari beberapa agent yang bekerja sama mis, kanker.
Yang dapat dimasukan sebagai factor agent adalah :
  • Faktor nutrisi (gizi) : bisa dalam bentuk kelebihan gizi mis,tinggi kadar kolestrol,kekurangan gizi baik lemak,protein,dan vitamin.
  • Penyebab kimiawi : mis, zat-zat beracun (CO),asbes,kobalt atau zat allergen.
  • Penyebab fisik :mis,radiasi dan truma mekanik (pukulan,tabrakan).
  • Penyebab biologis : Metazoa : cacing tambang,cacing gelang.  Protozoa : amuba,malaria. Bakteri : sifilis,tifoid,pneumonia,tbc. Fungi : taenia pedis. Virus ; campak,cacar,poliomyelitis.                                                                                 
c. Faktor Environment (lingkungan) : 
lingkungan adalah semua factor luar dari suatu individu yang dapat berupa lingkungan  fisik,biologi,dan social. Yang tergolong factor lingkungan meliputi :

  • Lingkungan fisik :iklim,geologi
  • Lingkungan biologis : kepadatan penduduk,flora (sumber bahan makanan),fauna (sumber protein).
  • Lingkungan social : berupa migrasi/urbanisasi,lingkungan kerja,keadan perumahan,keadaan social masyarakat (kekacauan,bencana alam,erang dan banjir).


Paradigma hidup Sehat (H.L.Blum)

Berbeda dengan konsep segi tiga epidemiologi,paradigm hidup sehat menjelaskan 4 faktor utama yg dapat mempengaruhi derajat kesehatan individu/masyarakat. Ke 4 faktor tersebut merupakan factor determinan (penentu ) timbulnya gangguan kesehatan pada seorang individu atau kelompok masyarakat. 
Ke 4 faktor tersebut terdiri dari :
1.Faktor Prilaku/gaya hidup (life style )
Tersedianya jasa pelayanan kesehatan tampa disertai perilaku (peran serta) masyarakat akan mengakibatkan masalah kesehatan tetap potensial berkembang dimasyarakat. Periilaku individu atau kelompok masyarakat yang kurang sehat juga akan berpengaruh pada factor lingkungan yang memudahkan timbulnya penyakit.

2.Faktor Lingkungan (social ekonomi,fisik,politik )
Lingkungan yang terkendali ,akan sikap hidup dan perilaku masyarakat yang baik akan dapat menekan berkembangnya masalah kesehatan.

3.Faktor Pelayanan Kesehatan ( jenis,cakupan ,dan kualitasnya). 
Ketersediaan sarana pelayanan kesehatan ,tenaga kesehatan, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh pada derajat kesehatan masyarakat. 

4.Faktor Genetik (Turunan )
Pengaruhnya pada status kesehatan perorangan terjadi secara evolutif dan paling dideteksi.(konseling genetic)


KEPUTUSAN WHO DI OTTAWA KANADA TENTANG PROMOSI KESEHATAN TAHUN 1986 ( OTTAWA CHARTER )

  1. Mengembangkan berbagai kebijakan public yang sehat ( HEALTHY PUBLIC POLICY ).
  2. Terciptanya lingkungan yang mendukung manusia untuk dapat lebih menyadari eksistensi dirinya sebagai individu anggota masyarakat yang sehat.
  3. Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka mencapai perubahan kingkungan fisik dan social melalui aktifitas organisasi dan upaya bersama.
  4. Pengembangan keterampilan individu. Peranan perilaku dan gaya hidup sangat penting untuk diperhatikan  pada saat mempromosikan hidup sehat.
  5. Mengkaji ulang pelayanan kesehatan.

Keputusan ini lebih menekankan kepada 3 aspek penting yaitu :

  1. Advokasi dibidang kesehatan harus dilakukan oleh pimpinan organisasi kesehatan.
  2. Memberdayakan masyarakat diwilayah kerjanya agar meningkatkan derajat kesehatannya dengan potensi penuh.
  3. Melakukan mediasi dan fasilitasi berbagai kelompok (stakeholders ) dimasyarakat  untuk mencapai hidup sehat.


Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.