Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Friday, January 16, 2015

Prinsip Dasar MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Prinsip Dasar MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat diluar medan magnet mempunyai arah yang acak dan tidak membentuk keseimbangan. Kemudian saat diletakkan dalam alat MRI (gantry), maka atom H akan sejajar dengan arah medan magnet . 
Demikian juga arah spinning dan precessing akan sejajar dengan arah medan magnet. Saat diberikan frekuensi radio , maka atom H akan mengabsorpsi energi dari frekuensi radio tersebut. Akibatnya dengan bertambahnya energi, atom H akan mengalami pembelokan, sedangkan besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan lamanya energi radio frekuensi yang diberikan. Sewaktu radio frekuensi dihentikan, atom H akan sejajar kembali dengan arah medan magnet . 
Pada saat kembali inilah, atom H akan memancarkan energi yang dimilikinya. Kemudian energi yang berupa sinyal tersebut dideteksi dengan detektor yang khusus dan diperkuat. Selanjutnya komputer akan mengolah dan merekonstruksi citra berdasarkan sinyal yang diperoleh dari berbagai irisan. MRI menerapkan getaran RF (Radio Frequency) hidrogen. Getaran tersebut langsung mengenai tubuh pasien. Getaran tersebut menyebabkan proton yang ada pada tubuh pasien diserab yang menghasilkan energi untuk membuatnya berputar (spin) dan precess (pergerakan lambat pada bagian axis) pada arah yang berbeda-beda. Bagian ini disebut dengan “resonance” atau resonansi. Proton yang menyebabkan hal itu terjadi apabila terdapat satu atau dua juta proton yang berbeda. Sehingga menghasilkan frekuensi resonansi yang disebut juga dengan “Larmour Frequency“. Lalu dihitung berdasarkan sebagian jaringan yang telah diambil dan berdasarkan kekuatan medan magnet pada bagian yang akan didiagnosa.

Prinsip Dasar MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Getaran RF biasanya diterapkan menggunakan coil. Coil ini mempunyai berbagai macam jenis sesuai dengan digunakan untuk apa MRI tersebut. Misalnya untuk: kaki, bahu, kepala, persendian, leher dan lainnya. Pada saat yang bersamaan juga magnet
Dalam mesin MRI tertutup, tubuh pasien berada dalam mesin atau tabung MRI saat dipindai. Umumnya, tabung mesin MRI tertutup memiliki lebar sekitar 60 cm.
Mesin MRI terbuka cenderung tidak sebaik yang tertutup. Namun mesin MRI terbuka akan menjadi pilihan bagi pasien yang fobia terhadap tempat tertutup atau menderita claustrophobia.
Seperti namanya, desain mesin MRI terbuka tidak membuat tubuh pasien tertutup sepenuhnya. Beberapa model bahkan memungkinkan pasien untuk menjalani pemindaian sambil duduk atau berdiri.

Prinsip Dasar MRI (Magnetic Resonance Imaging) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.