Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Saturday, January 17, 2015

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan. Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran pendidikan, dimensi tempat pelaksanaan atau aplikasinya, dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan.

Dari dimensi sasarannya, pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 3 yakni :
a. Pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu.
b. Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok.

c. Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.

Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat, dengan sendirinya sasarannya berbeda pula, misalnya :
a. Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid.
b. Pendidikan kesehatan di rumah sakit, dilakukan di rumah-rumah sakit dengan
    sasaran pasien atau keluarga pasien, di puskesmas, dan sebagainya.
c. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau
    karyawan yang bersangkutan.

Dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari Leavel dan Clark, sebagai berikut :
a. Promosi kesehatan (health promotion)
    Dalam tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan
    gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan, higiene perorangan, dan
    sebagainya.
b. Perlindungan khusus (specific protection)
    Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini
    pendidikan kesehatan sangat diperlukan terutama di negara-negara
    berkembang. Hal ini karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi
    sebagai perlindungan terhadap penyakit pada dirinya maupun pada anak-
    anaknya masih rendah.
c. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment)
    Dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap
    kesehatan dan penyakit maka sering sulit mendeteksi penyakit-penyakit yang
    terjadi di masyarakat. Bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau tidak mau
    diperiksa dan diobati penyakitnya. Hal ini akan menyebabkan masyarakat tidak
    memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Oleh sebab itu pendidikan
    kesehatan sangat diperlukan pada tahap ini.
d. Pembatasan cacat (disability limitation)
    Oleh karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang
    kesehatan dan penyakit maka sering masyarakat tidak melanjutkan
    pengobatannya sampai tuntas. Dengan kata lain mereka tidak melakukan
    pemeriksaan dan pengobatan yang komplit terhadap penyakitnya. Pengobatan
    yang tidak layak dan sempurna dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan
    cacat atau ketidakmampuan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan juga
    diperlukan pada tahap ini.
e. Rehabilitasi (rehabilitation)
    Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang menjadi
    cacat. Untuk memulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang diperlukan latihan-
    latihan tertentu. Oleh karena kurangnya pengertian dan kesadaran orang
    tersebut, ia tidak atau segan melakukan latihan-latihan yang dianjurkan.
    Disamping itu orang yang cacat setelah sembuh dari penyakit, kadang-kadang
    malu untuk kembali ke masyarakat. Sering terjadi pula masyarakat tidak mau
    menerima mereka sebagai anggota masyarakat yang normal. Oleh sebab itu
    jelas pendidikan kesehatan diperlukan bukan saja untuk orang yang cacat
    tersebut tetapi juga perlu pendidikan kesehatan kepada masyarakat.




Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003.

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.