Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Saturday, February 14, 2015

Definisi dan Jenis Kromatografi Gas-Cair (Gas-Liquid Chromatography)

Definisi


Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase.

Kromatografi Gas-Cair  (Gas-Liquid Chromatography)

Jenis-Jenis Kromatografi

Berdasarkan fase gerak yang digunakan, kromatografi dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu gas chromatography dan liquid chromatography. Masing-masing golongan dapat dibagi lagi seperti yang telah disebutkan pada definisi di atas.

Kromatografi di dalam bentuk tempat

1. Komatografi Kolom : Kromatografi kolom merupakan teknik pemisahan di mana tempat stasioner dalam tabung.

2. Kromatografi Planar
    > Kromatografi Kertas 
    > Kromatografi Lapisan Tipis
contoh Chromatography

Kromatografi Gas-Cair

Kromatografi Gas-Cair  (Gas-Liquid Chromatography)

Proses Kromatografi

1. Pembawa gas
2. Detektor
3. Kolom
4. Flow Controller
5. Sampel Injeksi
proses kromatografi

GLC sebagai komatografi tak dieal linear

}  Disebut grafik isotermal 
GLC sebagai komatografi tak dieal linear

Koefisien distribusi

}  Suatu tetapan tanpa dimensi, K yang diperoleh dari hukum henry dengan menggantikan tekanan parsial dan fraksi mol suatu zat terlarut dengan dua suku konsentrasi yang sama satuannya.

Kesetimbangan dalam perpindahan massa

}  Suatu faktor pelebaran pita dalam kromatografi yang disebakan oleh terhingganya waktu yang diperlukan oleh suatu zat terlarut untuk keseimbangan
}  Dapat dituliskan dari hukum Henry
                                                                Cl=KCg  ....   (1)

Resolusi

}  Disebut separation
}  Dua zat terlarut yang didasarkan pada waktu-waktu retensi dan lebar pita
resolusi kromatografi

Aspek-aspek percobaan glc

}  Gas Pembawa (Pengemban)
}   Sistem Pengambilan Sampel
}   Jenis-jenis Detektor : - Konduktivitas Termal
                                            -  Pengionan Nyala
}   Karakteristik Detektor : - Detektor Integral
                                                 - Detektor Diferensial
                                                 - Kepekaan
                                                 - Stabilitas
                                                 - Kelinieran
                                                 - Keserbagunaan
                                                 - Waktu Respons
}   Kolom : - Kolom Isian
                        - Kolom Kapiler
                        - Pemilihan Fasa Cair 

Gas pembawa

}  Gas yang telah digunakan dalam GLC : Hidrogen, helium, nitrogen, argon, karbon dioksida, dan uap air.
}  Gas pembawa yang cocok bergantung pada karakteristik detektor tersebut.
}   Gas hidrogen dan helium digunakan pada detektor kinduktivitas termal sedangkan nitrogen digunakan pada detektor pengionan nyala. 

Sistem pengambilan sampel

}  Sampel-sampel cair : diinjeksikan melalui suatu karet septum dengan memakai suntikan syringe.
}   Sampel-sampel gas : diinjeksikan atau dimasukkan dengan memakai bermacam-macam alat pengambilan sampel gas yang dirancang untuk kromatograf komersial 

Kolom

1. Kolom Kapiler
  • Merupakan tabung yang panjang dan tipis dari kaca atau bahan lainnya seperti baja tahan karat.
  • Hanya dapat menangani sampel-sampel yang sangat kecil, dan penggunaannya secara luas menunggu pengembangan detektor yang sangat sensitif.
2. Kolom Isian
Fasa stasioner dalam GLC adalah cairan, tetapi cairan itu tidak boleh dibiarkan bergerak-gerak di dalam tabung. Cairan tersebut harus diimobilisasi, biasanya dalam bentuk suatu lapisan tipis dengan luas permukaan besar. Ini paling lazim dilakukan dengan mengimpregnasi suatu bahan padat dengan fase cair kolom diisi.

3. Pemilihan fasa cair
  • Fasa cair stasioner harus dipilih dengan mempertimbangkan masalah pemisahan tertentu.
  • Fasa cair harus stabil secara termal pada temperatur kolom (kecuali dalam kasus-kasus khusus), tidak bereaksi secara kimia dengan komponen-komponen sampel, memiliki daya pelarut yang cukup untuk sampel. 

Karakteristik detector

1. Detektor Integral
Memberikan suatu pengukuran setiap saat dari jumlah total bahan yang dielusi yang telah melewatinya sampai waktu itu.

2. Detektor Diferensial
Menghasilkan kromatogram familiar yang terdiri dari puncak-puncak dan bukan langkah-langkah.
Dibagi menjadi 2 kelas besar :
  • detektor yang mengukur konsentrasi zat terlarut dengan memakai beberapa sifat fisika dari aliran gas buangan
  • detektor yang merespons secara langsung zat terlarut dengan demikian berarti mengukur laju alir massanya.
3. Kromatogram yang diperoleh dengan detektor Integral
Kromatogram yang diperoleh dengan detektor Integral

4.  Kromatogram yang diperoleh dengan detektor diferensial
Kromatogram yang diperoleh dengan detektor diferensial

5. Kepekaan
Kepekaan detektor menunjukkan suatu batasan yang paling penting pada jumlah zat terlarut yang paling kecil yang dapat ditentukan dengan GLC


6. Stabilitas
Garis dasar suatu kromatogram dimaksudkan untuk fluktuasi jangka pendek dari suatu sifat yang sangat acak yang disebut noise.
Noise dapat dihubungkan dengan kepekaan, tingkat noise dan batas deteksi. Hubungan antara kepekaan, tingkat noise, dan batas deteksi dapat dirumuskan sebagai berikut. Mengingat kembali definisi kepekaan
Jika menggabungkan batas deteksi, Qo, dengan dua kali tingkat noise puncak ke puncak, 2Rn, maka kita bisa tulis
7. Keserbagunaan
8. Waktu Respons
Waktu respons keseluruhan untuk suatu kromatograf adalah fungsi bukan hanya dari detektor itu sendiri, tetapi juga kelembaman komponen-komponen lain. Misalnya perekam.
9. Kelinieran 

Jenis-jenis detector

1. Detektor Konduktivitas Termal
    Detektor Konduktivitas Termal
  • Detektor yang banyak digunakan untuk GLC. Alat ini mengandung : filamen logam yang dipanaskan maupun suatu termistor.
  • Gas pembawanya adalah hidrogen dan helium
  • Detektor ini relatif sederhana, tidak mahal, memiliki kepekaan yang cukup bagi banyak kegunaan 









2. Detektor Pengionan Nyala
Prinsip dasar :
    Gambar Detektor Pengionan Nyala
  • Energi kalor dalam hidrogen menyebabkan banyak molekul untuk mengionisasi
  • Gas efluen dari kolom dicampur dengan hidrogen dan dibakar pada   ujung jet logam dalam udara berlebih.
  • Potensial diberikan antara jet dan elektroda kedua yang bertempat di atas atau sekitar nyala itu.
  • Ketika ion-ion dibentuk dalam nyala, ruang gas antara kedua elektroda menjadi lebih konduktif, dan arus yang meningkat mengalir dalam sirkuit.
  • Arus melewati resistor, tegangan terbentuk yang dikuatkan untuk menghasilkan isyarat yang diterima perekam.

Penerapan glc

}  Identifikasi Senyawa
}   Keserbagunaan GLC
}   Pirolisis Kromatografi Gas
}   Analisis Kuantitatif
Bergantung pada hubungan antara jumlah suatu zat terlarut dan ukuran dari pita elusi yang dihasilkan.


Definisi dan Jenis Kromatografi Gas-Cair (Gas-Liquid Chromatography) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.