Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Friday, February 13, 2015

Definisi Embriologi

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan definisi Embriologi dan teori pertumbuhan embriologi dimana Embriologi ialah ilmu tentang embrio. Embrio atau mudigah ialah makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan. Kandungan itu berada dalam tubuh induk (dalam rahim) atau di luar tubuh induk (dalam telur). 
Tumbuh,  ialah perubahan dari bentuk sederhana dan muda sampai jadi bentuk kompleks dan dewasa. Makhluk yang asalnya terdiri dari satu sel dan hidupnya tergantung kepada parent menjadi makhluk yang terdiri dari banyak sel yang tersusun atas berbagai jaringan dan alat yang kompleks, dan yang dapat berdiri sendiri dan sanggup bereproduksi. Jadi Embriologi ialah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji perkembangan embrio (janin).

Ada 2 fase utama pertumbuhan, yaitu prenatal dan postnatal
Prenatal adalah pertumbuhan sejak telur matang dan dibuahi sampai lahir, sedangkan 
postnatal adalah pertumbuhan sejak lahir sampai dewasa. Gabungan pertumbuhan pre- dan post- disebut ontogeny, sedang fase prenatal diliputi oleh ilmu Embriologi.

Definisi Embriologi

Teori pertumbuhan / Embriologi ada 2 yaitu:

a.    Teori preformasi

Berbagai embrio sudah ada dalam telur telah dan terbentuk sempurna, sebagai miniatur yang terkandung dalam biji. Teori ini diperkenalkan Marcello Malpighi  (1628 – 1694). Teorinya itu dimuat berupa karangan dimajalah “Proceeding” yang diterbitkan oleh The Royal Society of London, dengan judul : “De Ovo Incubato” (perkembangan embrio ayam). Katanya setiap organ dalam embrio ayam itu sudah terbentuk sempurna dalam telur yang sudah dibuahi.

Ada 2 aliran kemudian tumbuh dari teori preformasi ini, yaitu:
1. Aliran ovulisme
Aliran ini berpendapat bahwa pada ovum terkandung alat-alat dalam bentuk mini, sedangkan spermatozoa itu hanya untuk merangsang pertumbuhan embrio.
2. Aliran animalculisme.
Aliran ini berpendapat bahwa pada spermatozoon terkandung alat mini, dan tubuh wanita hanyalah sebagai tempat tumbuh.  
          
Terlepas  dari kedua aliran di atas, sesungguhnya Aristoteles (384 – 322 Sebelum Masehi), dalam dua bukunya berjudul “De Generatione Animalium” dan “De Historia Animalium” sudah lebih maju dari Malpighi dan agak memenuhi teori modern. Dari pengamatannya terhadap embrio ayam juga, Aristoteles menarik kesimpulan, bahwa pada embrio sudah ada jantung dan pembuluh darah; tapi belum ada alat-alat  lain seperti paru-paru. Alat-alat ini tumbuh kemudian.

b. Teori Epigenesis

Teori ini menyatakan, bahwa dalam telur tidak ada miniatur alat-alat. Alat-alat itu tumbuh secara berangsur. Yang memperkenalkan teori ini ialah Caspar Friedrich Wolff (1733 – 1794). Ia mendasarkan teorinya kepada penelitian embriologi. Katanya teori preformasi tak bisa diakui, karena terbukti usus ayam tidak terbentuk berupa tabung yang sudah jadi, tapi mula-mula berupa lipatan dari lapisan gepeng yang masih suatu jaringan pada awal pengeraman. Ia menulis teorinya dalam bukunya yang berjudul “Theoria Generationis


Pembentukan embrio mulai terjadi pada saat kopulasi antara pria dan wanita (coitus) dengan ejakulasi, sperma dari saluran reproduksi pria didalam vagina wanita. Jika terjadi pada masa ovulasi (masa subur wanita), maka kemungkinan sperma akan bertemu dengan ovum yang disebut sebagai pembuahan atau fertilisasi. Proses pembuahan terjadi didalam tuba fallopi.  Setelah melalui masa terpenting, yaitu implantasi. Sejak minggu ke 12, janin dalam rahim umumnya mulai bertambah panjang dan berat.

Demikianlah ulasan tentang Definisi Embriologi. Semoga bermanfaat!

Definisi Embriologi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.