Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Thursday, February 12, 2015

Pengertian, Jenis-Jenis Adaptasi dan Contoh Adaptasi

Pengertian adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik sendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan air.

Oleh karena itu ditempat tersebut makhluk hidupnya memiliki bentuk dan karakteristik berbeda untuk menyeseuaikan diri dengan lingkungannya. Seperti, Beruang kutub memiliki bulu yang lebat untuk melindungi tubuhnya dari suhu dingin dan di gurun unta memiliki punuk atau bagian yang menonjol di punggungnya sebagai penyimpan cadangan air karena digurun sulit untuk mendapatkan air.

Pengertian dan Jenis-Jenis Adaptasi



Lingkungan tempat makhluk hidup berkembang biak disebut dengan habitat. Pada umumnya, makhluk hidup yang sudah beradaptasi dilingkungan tertentu sulit untuk beradaptasi ditempat lain. Kecuali manusia, karena manusia memliki otak dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang ada. Otak dan pikiran ini digunakan untuk menyesuaikan lingkungan dengan kemauannya. Misalkan, dikutub itu dingin maka ia membuat rumah yang berbentuk seperti kubah karena dengan bentuk seperti itu maka suhu didalamnya akan lebih hangat.


Berikut Macam-Macam Adaptasi :

1. ADAPTASI MORFOLOGI

Adaptasi morfologi artunya penyesuaian bentuk atau struktur organ tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Ciri-ciri morfologi pada tumbuhan misalnya, bentuk dan ukuran daun, bentuk dan struktur akar, struktur jaringan daun, bentuk dan struktur batang serta alat bentuk alat perkembangbiakan. Ciri-ciri morfologi pada hewan contohnya, ukuran tubuh, warna tubuh, bentuk paruh, bentuk kaki dan alat gerak lainnya. 

Berikut adalah berbagai contoh-contoh adaptasi morfologi :

a. Teratai dan Eceng Gondok
Teratai dan eceng gondok merupakan tumbuhan yang hidup di air. Keduanya memiliki daun yang tipis dan lebar. Teratai mempunyai akar yang melekat di dasar perairan, sedangkan daunnya mengapung di permukaan air, tangkainya berongga.
Berbeda dengan teratai, seluruh tubuh tumbuhan eceng gondok dapat terapung dipermukaan air. Eceng gondok dapat terapung karena mempunyai tangkai daun menggembung yang berisi udara. Selain untuk mengapung, rongga udara tersebut juga berfungsi untuk bernapas atau pertukaran gas.

b. Kaktus
Kaktus mempunyai sistem akar yang panjang dan tumbuh menyebar sehingga menyerap air dari daerah yang luas. Batang kaktus dapat menyimpan sistem air (sukulen) dan daunnya kecil berbentuk duri. Bentuk daun demikian berfungsi mengurangi penguapan untuk menghemat air.

c. Kaki Burung
Bentuk kaki berbagai kelompok burung bermacam-macam, tergantung cara hidupnya. Misalnya, kaki itik mempunyai selaput yang menghubungkan jari-jari kakinya. Kaki selaput seperti ini sesuai untuk berenang dan berjalan di tanah dan berlumpur.

d. Paruh Burung
Bentuk paruh burung bermacam-macam tergantung cara hhidup dan jenis makanannya. Misalnya burung elang mempunyai paruh yang besar, kuat, dan ujung yang runcing untuk merobek daging mengsanya.

e. Mulut Serangga
Bentuk mulut serangga bermacam-macam. Berbagai bentuk mulut serangga merupakan hasil adaptasi terhadap jenis makanannya. Misalnya serangga pemakan daun mempunyai rahang atas dan bawah yang kuat. Serangga penghisap tidak mempunyai rahang tetapi mempunyai alat penghisap seperti nyamuk.

2. ADAPTASI  FISIOLOGI

Seperti halnya bentuk morfologi organ tubuh, proses fisiologi di dalam tubuh makhluk hidup juga disesuaikan dengan lingkungannya, Kemampuan menyesuaikan diri tersebut merupakan hasil perubahan perlahan-lahan dalam waktu yang lama. Proses penyesuaian diri itu sendiri dapat berlangsung secara cepat.

Berikut adalah berbagai contoh adaptasi fisiologi :

a. Adaptasi Fisiologi pada manusia dan hewan.
  • Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak daripada jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pantai / dataran rendah.
  • Ukuran jantung para atlet usually larger than others.
  • Pada saat cuaca dingin, manusia lebih banyak mengeluarkan urine ( air seni ).
  • Pada saat cuaca panas, manusia lebih banyak mengeluarkan air lewat keringat.
  • Rata - rata usus hewan herbivora lebih panjang daripada hewan karnivora, dan berdinding sel yang keras
  • Unta yang memiliki kantung air di punuknya sehingga dapat bertahan di gurun pasir.
  • Burung hantu memiliki penglihatan yang sangat tajam yang memungkinkannya untuk dapat melihat di malam hari
  • Ikan yang berada di laut mengeluarkan urin yang lebih pekat daripada ikan yang ada di air tawar
  • Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b. Adaptasi Fisiologi pada tumbuhan.
  • Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga memiliki bau khas tersendiri.
  • Tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat khusus yang dapat melindunginya dari hewan herbivora.
  • Adanya saluran berkas pembuluh pada tumbuhan higrofit yang dapat meneteskan kelebihan air melalui tepi daun / ujung daun disebut gutasi.


3. ADAPTASI  TINGKAH  LAKU

Adaptasi tingkah laku berhubungan dengan perilaku makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kadang organisme harus melakukan tingkah laku tertentu untuk dapat beradaptasi demi terjaga kelangsungan hidupnya. Berikut adalah beberapa contoh adaptasi tingkah laku.

Berikut adalah berbagai contoh adaptasi tingkah laku :

  • Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungan tempat dia berada. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi dirinya dari bahaya yang mengancam.
  • Cumi - cumi mengeluarkan tinta pada saat dia terdesak. Cumi - cumi juga mampu melakukan mimikri.
  • Dalam keadaan bahaya, cecak mampu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian mangsa teralihkan. Peristiwa ini disebut dengan autotomi.
  • Paus setiap 30 menit sekali muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen dan memancarkan air yang merupakan uap air sudah jenuh. Peristiwa ini terjadi dikarenakan paus memiliki paru - paru yang tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.

Demikianlah Pengertian, Jenis-Jenis Adaptasi dan Contoh Adaptasi. Semoga bermanfaat!

Pengertian, Jenis-Jenis Adaptasi dan Contoh Adaptasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.