Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Wednesday, February 18, 2015

Teknik Arteriografi

Sistem Peredaran Darah

 Sistem peredaran darah di dalam tubuh manusia secara garis besar terbagi menjadi tiga yaitu:
  1. jantung
  2. pembuluh darah
  3. dan saluran limfe
 Pembuluh darah terbagi atas tiga bagian yaitu

  1. arteri
  2. vena
  3. kapiler 

Teknik  Arteriografi

Teknik  Arteriografi

Teknik  Arteriografi Adalah salah satu teknik radiodiagnostik dimana teknik ini dilakukan untuk memperlihatkan anatomi dan kelainan-kelainan pembuluh darah  dengan menggunakan media kontras positif.
Pemeriksaan angiografi secara garis besar dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Arteriografi
2. Venografi

Macam macam pemeriksaan Arteriografi
  1. Carotid arteriogram
  2. Cervical arteriogram
  3. Coronari  arteriogram
  4. Pelvis arteriogram
  5. Lower extrimitas arterteriom (arteArteriografi femoralis)

Pengrtian Arteriografi femoralis

       merupakan salah satu pemeriksaan arteriografi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat anatomi dan fisiologi pembuluh arteri ekstremitas bawah.
       pemeriksaan Arteriografi Femoralis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
           1. punksi langsung dan
           2. punksi tidak langsung

Tingkat kesulitan dan resiko yang sangat besar pada teknik punksi langsung maka teknik punksi tidak langsung banyak diterapkan pada pemeriksaan Angiografi Femoralis.
Teknik ini dikenal dengan teknik Kateterisasi Seldinger dengan menggunakan baja penuntun (guide wire) sebagai perantara yang dimasukkan melalui Arteri Femoralis, lalu dimasukkan kateter yang tipis, kuat, dan lentur. Teknik inilah yang banyak dilakukan dalam pemeriksaan Angiografi Femoralis.

Indikasi Pemeriksaan

  • Arterosklerosis Obliterans (penyempitan)
  • Aneurisma ( pelebaran)
  • Trauma Arteri (luka karena fraktur atau tekanan mekanik)
  • Arteriovenosus Malformasi (pembesaran pada tungkai kaki akibat hubungan langsung antara arteri dan vena)
  • Artritis ( Peradangan)
  • Neoplasma (Pertumbuhan jaringan baru yang abnormal, seperti tumor.)

Kontra Indikasi

1. Alergi terhadap kontras media
2. Kelainan jantung
3. DLL

Alat dan Bahan yang Digunakan

Bahan Steril
1.   Jarum arteriogram
2.   Adaptor
3.   Spuit 50 ml sebanyak 2 buah
4.   Spuit 10 ml sebanyak 1 buah
5.   Spuit 2 ml sebanyak 1 buah
6.   Drawing up canula
7.   Kateter
8.   Sponge forceps
9.   Mangkuk pelembab 2 buah
10. Gallipot
11. Kasa
12. Handuk

Bahan Unsteril
1. Pembersih kulit
2. Ampuls Kontras Media
3. Saline
4. Jarum Disposable
5. Pembuka Ampuls
6. Lokal Anestesi ( Omnopone atau Scopolamine )

Teknik Pemeriksaan

1. Persiapan Pasien

  • Pasien puasa kurang lebih 5 jam sebelum dimulainya pemeriksaan.
  • Mencukur rambut pada daerah yang akan dilakukan punksi ( pada daerah inguinal atau lipatan paha dan pubis )
  • Pasien diwajibkan mixie sebelum pemeriksaan dimulai.


2. Premedikasi
Pemasukan bahan kontras ke dalam pembuluh darah akan menyebabkan rasa sakit selama pemeriksaan dilakukan, sehingga diperlukan premedikasi untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Jika dilakukan anastesi lokal maka harus diberikan omnopon dan scopolamine

3. Posisi Pasien:
  • Pasien diposisikan supine di atas meja pemeriksaan dengan jari-jari kaki diputar 30° ke dalam.
  • Kedua tumit sedikit dijauhkan agar mudah untuk diputar.
  • Variasi posisi pasien juga dapat dilakukan untuk mendukung penglihatan yang lebih baik pada daerah poplitea dan cabang-cabangnya.

Kontras media

Conray 280 ( Glenda J. Bryan )
Kontras media yang digunakan berjenis water soluble organik iodine compounds dengan konsentrasi bahan antara 50% sampai 76%. Jumlah kontras media yang dipunksi sebanyak 20 ml sampai 30 ml untuk satu proyeksi arteriografi femoralis dengan kecepatan penyuntikan 8 sampai ml/s dan 40 ml- 60 ml untuk proyeksi bilateral dengan kecepatan penyuntikan mencapai 10 sampai 15 ml/s.

Metode Pemasukan Bahan Kontra

  1. Pada pemeriksaan arteriografi femoralis, punksi dilakukan setelah anestesi lokal pada daerah lipat paha (inguinal) dengan jarum no.18.
  2. Bila canul telah berada di dalam lumen arteri,
  3. maka dimasukkan guide wire melalui jarum seldinger ke dalam lumen arteri.
  4.  Pemasukkan guide wire dilakukan di bawah kontrol fluoroskopi dan diarahkan ke bifurkartio aorta abdominalis ( lumbal dua atau lumbal tiga ).
  5.  Kemudian jarum atau canul dicabut secara perlahan-lahan dan hati-hati agar guide wire tidak tercabut.
  6.  Daerah punksi ditekan agar tidak terjadi hematom.
  7.  Kateter dimasukkan melalui guide wire sampai ke daerah pembuluh yang dikehendaki dibawah kontrol fluoroskopi.
  8. Guide wire dicabut
  9. selanjutnya dimasukkan bahan kontras (tes kontras) ke dalam kateter untuk melihat apakah kateter sudah berada didalam pembuluh darah yang diinginkan.

Teknik Pengambilan Gambar 

Pengambilan gambar dapat dilakukan dengan teknik single film atau dengan serial film. Setiap teknik yang digunakan dibutuhkan teknik khusus tertentu, yaitu :

a. Single Film Technique
  • Menggunakan film ukuran besar yaitu ukuran 35 cm x 43 cm.
  • Membutuhkan dua kali penyuntikan kontras yang masing-masing digunakan untuk menggambarkan arteri femoralis dan arteri tibia sampai dorsalia.

b. Serial Film Technique
  • Menggunakan film ukuran 35 cm x 35 cm.
  • Membutuhkan peralatan yang mempunyai variasi kecepatan  pergantian film, termasuk rol film, cut film, dan kaset charger yang berkemampuan dua eksposi dalam satu menit. Hanya memerlukan satu kali penyuntikan bahan kontras

Teknik Pengambilan Gambar 


Dengan Single Film Technique
       Pengambilan plan foto terlebih dahulu dari (femur,genu dan cruris) dengan posisi AP dan Lateral baik dextra maupun sinistra.
       Jika kontras sudah dimasukan maka barulah dilakukan foto lagi dari
       (femur,genu dan cruris) dengan posisi AP dan Lateral baik dextra maupun sinistra.
       Untuk posisi pasien

Batas atas bawah di setiap foto kontras baik Femur,genu dan cruris sama saja seperti foto tanpa kontras biasa.
CR: tegak lurus menembus opjek.
CP: sama seperti foto Femur,genu dan cruris biasa.



Teknik Arteriografi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.