Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Thursday, March 19, 2015

Jenis-Jenis Batuan

Jenis-Jenis Batuan. Sebagian besar batu merupakan campuran dari beberapa mineral yang tidak mempunyai komposisi mineral yang pasti, sehingga sebutir batu dan butiran batu lainnya mungkin berbeda unsur-unsurnya. Menurut asal pembentukannya, batuan dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama sebagai berikut :

1. Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan hasil pendinginan batuan cair pijar (magma) yang berasal dari dalam perut bumi. Batuan beku terbentuk ketika magma membeku pada saat gunung api meletus. Magma yang keluar dari dalam bumi juga dapat mengalami proses pembekuan pada saat perjalanan ke permukaan bumi. Pembekuan magma ada yang masih berada disekitar dapur magma, berada di dalam lubang perjalanan (korok), dan ada pula yang membeku di permukaan bumi.

Batuan Beku

Proses pembenkuan ketiga batuan tersebut berbeda-beda, maka batuan beku jika ditinjauut tempat membekunya dapat digolongkan menjadi tiga bagian sebagai berikut:

a. Batuan Plutonik (batuan beku dalam)
Batuan plutonik adalah batuan yang membeku di tempat yang sangat dalam di tubuh bumi. Batuan plutonik proses membekunya perlahan-lahan sehingga hablur-hablurnya terbentuk secara wajar. Hasil pembekuan ini adalah batuan yang selurunya terdiri dari hablur (kristal) atau batuan berhablur penuh, misalnya batu granit.

b. Batuan Intrusif (batuan retas/korok)
Batuan intrusif adalah batuan yang membeku di antara dapur magma dan permukaan bumi, misalnya batu batolit.

c. Batuan Ekstrusif
Batuan ekstrusif atau beku leleran (luar) adalah batuan yang membeku di permukaan bumi. Batuan ini proses membekunya sangat cepat atau tiba-tiba sehingga hablur-hablurnya terbentuk halus. Hasil pembekuan ini contohnya antara lain batuan kaca atau obsidian, batuan vulkanis, dan basalt. Jika magmanya banyak mengandung unsur gas, maka hasil pembekuannya berupa batu apung atau batu timbul yang berongga.

Baca juga >> Bentuk-Bentuk Muka Bumi

2. Batuan Sedimen (Batuan Endapan)

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat perombakkan /terkikisnya batuan dari suatu tempat, kemudian diendapkan secara berlapis-lapis di tempat lain. Bahan-bahan sedimen yang terangkut oleh gaya erosi dan transportasi, misalnya air hujan atau air sungai, dapat diendapkan di dasar laut, muara sungai, dasar danau, dan dataran rendah.
Setelah mengalami proses pengerasan, yakni perekatan dan penekanan dalam waktu yang lama, bahan sedimen akhirnya dapat membantu. 

Batuan sedimen

Menurut proses terbentuknya, batuan sedimen dapat digolongkan menjadi tiga bagian sebagai berikut:

a. Aluvium
Batuan aluvium adalah batuan sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh sungai-sungai. Batuan ini dapat kita lihat di tepi-tepi sungai di muara sungai, misalnya pasir dan tanah di tepi sungai.

b. Batuan muda yang lunak
Batuan muda yang lunak adalah batuan sedimen yang tidak dipengaruhi oleh gempa atau gerakan orogen. Pada lapisan batuan ini sering terdapat tambang minyak bumi, misalnya lumpur lunak.

c. Batuan tua yang keras
Batuan tua yang keras adalah batuan sedimen sudah melengkung atau terlipat bahkan retak oleh suatu gaya endogen. Ditempat inilah sering muncul gunung yang tinggi, misalnya batu serpih yang terbentuk dari lumpur dan tanah liat yang ditekan menjadi satu secara alami.
Batuan sedimen memiliki berbagai ukuran menurut butiran dan ukuran garis tengahnya. 


Menurut bahan asal pembentukannya, batuan sedimen dapat digolongkan menjadi tiga bagian, sebagai berikut:

a. Batuan sedimen klastik
Batuan sedimen klastik adalah batuan yang terbentuk oleh disintegrasi batuan asal melalui proses plapukan. Proses transportasi oleh air atau angin dapat mengubah atau memperkecil pecahnya batuan dalam berbagai ukuran dan bentuk. Batuan sedimen klastik dapat dibagi atas tiga subgolongan sebagai berikut:
  1. Batuan sedimen yang butiran nya sangat halus, misalnya tanah liat.
  2. Batuan sedimen yang butirannya halus sedang, misalnya pasir.
  3. Batuan sedimen yang butiran nya kasar, misalnya breksi dan konglomerat.
Batuan sedimen klastik memiliki satu golongan khusus, yaitu batuan sedimen pyroklastik. Batuan ini berasal dari erupsi gunung berapi yang keluar diantara lain berbentuk debu halus dan kemudian terbentuklah endapan berlapis-lapis, misalnya sedimen tuff.

b. Batuan sedimen organik
Batuan sedimen organik adalah batuan yang berasal dari kegiatan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya, batu kapur (lime stone) yang berasal dari organisme, seperti koral, algae, foraminifera, dan radiolaria. Batu bara (coal) terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang mengalami karbonisasi.

c. Batuan sedimen kimiawi
Batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang terbentuk karena proses kimiawi, misalnya evaporit yakni batuan yang dipisahkan atau diendapkan dari air danau di daerah gurun yang dangkal dan dipengaruhi oleh proses penguapan sangat hebat.

3. Batuan Malihan (Metamorfosa/Metamorphic)

Batuan malihan adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat tekanan yang berat dan mengalami suhu yang tinggi di dalam bumi. Istilah metamorphic sesungguhnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya "berubah" dan "bentuk".

Batuan Malihan

Batuan malihan terbentuk setelah mengalami proses metamorposa. Batuan metamorf dapat berasal dari batuan beku ataupun batuan sedimen. Adapun gaya yang menjadikan perubahan itu adalah tekanan berat, suhu tinggi, atau gabungan dari tekanan berat dan suhu tinggi yang berlangsung berabad-abad lamanya, misalnya batu lempung, setelah mengalami proses metamorposa berubah bentuk menjadi batu tulis (slate).


Demikianlah ulasan tentang Jenis-Jenis Batuan. Semoga bermanfaat!

Referensi :
IPS Terpadu Tim Abdi Guru 
SMP Kelas VII Jilid A


Sumber gambar : 
gambar 1. Wikipedia: igneous rocks
gambar 2. Wikipedia: sedimentary rocks
gambar 3. Wikipediametamorphic rocks

Jenis-Jenis Batuan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.