Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Friday, April 3, 2015

Pengertian Perencanaan

Pengertian perencanaan adalah Sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan kebijakan atau pilihan-pilihan mengenai alternatif jalan/cara dalam menggunakan sumber daya yang tersedia dengan tujuan mencapai cita-cita/sasaran khusus di masa depan (Conyers dan Hill, 1990).
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Pengertian Perencanaan

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efisien.
Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.

Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefisiensi dalam perusahaan.
Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses evaluasi atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Pengertian Perencanaan Pembangunan daerah

Pengertian perencanaan pembangunan daerah dapat dilihat berdasarkan unsur-unsur yang membentuknya. Sebagaimana diketahui, “Perencanaan pembangunan daerah” merupakan suatu sistem yang dibentuk dari unsur-unsur perencanaan, pembangunan, dan daerah. Dengan melihat secara divergensi dari setiap unsur tersebut, kemudian diambil suatu kesimpulan secara konvergensi, akan terbentuk suatu pengertian yang utuh.
Menurut Kartasamita dalam bukunya Administrasi Pembangunan: Perkembangan Pemikiran dan Praktiknya di Indonesia, menyatakan, “Pada dasarnya perencanaan sebagai fungsi manajemen adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai tujuan yang dikehendaki (1997 : 48). Diana Connyers dan Peter Hills mengemukakan, “Planning is a continuous process which involves decisions, or choices, about alternative ways of using available resources, with the aim of achieving perticulars goals at some time in the fiture”. Artinya, perencanaan adalah suaatu proses yang terus menerus yang melibatkan keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan penggunaan sumber daya yang ada dengan sasaran untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu di masa yang akan datang (LAN-DSE,1999).

Sedang menurut LANDSE (1999), unsur-unsur perencanaan dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Perencanaan berarti memilih atau membuat pilihan
1. Memilih prioritas;
2. Memilih cara atau alternatif yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan.
b. Perencanaan berarti pengalokasian sumber daya
1. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, dan anggaran;
2. Pengumpulan dan analisis data sumber daya yang tersedia.
c. Perencanaan berorientasi atau alat untuk mencapai tujuan
Tujuan harus jelas (ekonomi, politik, sosial, ideologi, atau kombinasi dari
semuanya).
d. Perencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang
e. Perencanaan merupakan kegiatan yang terus menerus (kontinyu)

Proses perencanaan dan pelaksanaan sering diperlukan reformulasi rencana

Pengertian pembangunan, para ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya perencanaan. Siagian (1994) memberikan pengertian pembangunan sebagai suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara, dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building).
Sedangkan menurut Affandi Anwar dan Setia Hadi, perencanaan pembangunan wilayah diartikan sebagai suatu proses atau tahapan pengarahan kegiatan pembangunan di suatu wilayah tertentu yang melibatkan interaksi antara sumber daya manusia dengan sumber daya lain, termasuk sumber daya alam dan lingkungan melalui investasi. (Prisma, 1996:49).
Dengan demikian perencanaan pembangunan daerah (PPD) adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber-sumber daya yang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Pembangunan daerah

Sebagaimana layaknya suatu aktivitas yang terkait dengan masalah spasial kemasyarakatan dan selalu bersifat dinamis, keberhasilan atau kegagalan program perencanaan pembangunan daerah selalu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.
Menurut pendapat yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Deutsche Stiftung Fur Internationale Entwicklung (DSE) yang dituangkan dalam Modul Diklat Perencanaan Pembangunan Wilayah (1999), hal-hal yang dapat mempengaruhi perencanaan pembangunan daerah antara lain meliputi :
a. Kestabilan politik dan keamanan dalam negeri.
b. Dilakukan oleh orang yang ahli dalam bidang-bidangnya.
c. Realistis, sesuai dengan kemampuan sumber daya dan dana.
d. Koordinasi yang baik.
e. Top down dan bottom up planning.
f. Sistem pemantauan dan pengawasan yang terus-menerus.
g. Transparansi dan dapat diterima oleh masyarakat.
Namun secara umum, dapat dikemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu program perencanaan pembangunan daerah dengan merujuk pada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan antara lain meliputi :

a. Faktor Lingkungan antara lain :
1. Sosial
2. Budaya
3. Ekonomi
4. Politik

b. Faktor Sumber Daya Manusia Perencana
Seorang perencana harus memiliki kualifikasi yang berorientasi manajemen yang menyangkut empat tahap perencana yang utama, yaitu :
1. Analisis wilayah
2. Prospek pembangunan
3. Perencanaan dan pembuatan program
4. Pelaksana rencana, monitoring dan evaluasi.

c. Faktor Sistem yang Digunakan
Friedman (1987) mengemukakan bahwa ada berbagai jenis perencanaan pembangunan yang terbagi menurut sudut pandang yang berbeda, seperti: Berdasarkan ruang lingkup tujuan dan sasarannya, perencanaan dapat dibagi menjadi perencanaan yang bersifat nasional, sektoral dan spasial. Atau juga dapat bersifat agregatif atau komprehensif dan parsial.
1. Berdasarkan jangkauan dan hierarkinya, dibagi menjadi perencanaan tingkat pusat dan daerah.
2. Berdasarkan jangka waktu, dibagi menjadi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
3. Berdasarkan arus informasi/proses hierarki penyusunannya, dapat dibagi menjadi perencanaan dari atas ke bawah (top down planning) dan perencanaan dari bawah ke atas (bottom up planning), atau kombinasi keduanya.
4. Berdasarkan segi ketepatan dan keluwesan proyeksi ke depannya, perencanaan dapat bersifat indikatif dan preskriptif.
5. Berdasarkan sistem politiknya, dapat dibagi menjadi perencanaan yang bersifat alokatif, inovatif dan radikal (Ginanjar Kartasasmita:1997).

d. Faktor Perkembangan Ilmu dan Teknologi
Dalam hubungannya dengan masalah pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal yang faktor penting dan berperan sangat besar bagi upaya pencapaiannya. Berdasarkan pengalaman sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, mulai memberikan pengaruhnya yang besar terhadap proses pembangunan ketika terjadi revolusi di Inggris pada abad ke 18. Sejak itu mulai terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam bidang studi pembangunan dengan berbagai macam kajiannya.
Mengenai pentingnya memperhatikan perkembangan IPTEK dalam proses pembangunan ini, Bintoro dalam Riyadi (2004:67) mengatakan, “Ilmu dan teknologi dapat merupakan sumber yang penting dalam proses perumusan kebijaksanaan dan pelaksanaan pembangunan”. Dalam proses perumusan kebijaksanaan termasuk proses perencanaan. Dalam hal ini, penggunaan IPTEK dalam perencanaan pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari segi peralatan yang digunakan saja, tetapi juga berbagai teknik dan pendekatan manajemen yang maju. Peralatan hanya merupakan salah satu aspek yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
Implementasi IPTEK dalam perencanaan pembangunan daerah tidak dapat disamakan atau diseragamkan. Artinya hal itu tergantung pada apa yang dibutuhkan dan bagaimana hal itu digunakan. Letak dan kondisi geografis wilayah juga sangat menentukan penggunaan metode, teknik, dan peralatan perencanaan. Namun yang terpenting dari semua ini adalah sampai sejauh mana SDM perencananya mampu mengimprovisasi perkembangan tersebut secara optimal.

e. Faktor Pendanaan
Faktor pendanaan pada dasarnya merupakan faktor yang sudah given. Artinya, hal itu memang harus ada untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas. Namun satu, bahwa dalam proses perencanaan pembangunan daerah harus benar-benar diperhatikan sebagai suatu hal yang sangat penting. Perencanaan pembangunan daerah adalah kegiatan yang “mahal”. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar serius, dalam arti pihak-pihak yang terkait termasuk para perencananya harus fokus terhadap tugasnya, punya komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai dan harus bekerja keras, teliti serta tidak terburu-buru dalam penyusunannya.

Pengertian Perencanaan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.