Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Sunday, October 11, 2015

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Berbagai bentuk penyimpangan sosial terjadi di masyarakat dapat dibagi menurut sifatnya (primer dan sekunder) dan menurut pelakunya (individu dan kelompok).

1. Penyimpangan Primer dan Sekunder

a. Penyimpangan Primer

Penyimpangan primer merupakan penyimpangan yang bersifat sementara dan tidak terulang kembali. Individu yang melakukan penyimpangan ini masih tetap sebagai orang yang diterima secara sosial karena gaya hidupnya tidak didominasi oleh pola perilaku menyimpang dan tidak menganggap dirinya sebagai orang menyimpang. Misalnya, orang yang mengendarai kendaraan bermotor dengan mengebut karena ada kepentingan yang mendesak.

b. Penyimpangan Sekunder

Dalam penyimpangan sekunder, seseorang secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang. Disebut sebagai penyimpangan sekunder karena merupakan kesalahan yang dilakukan seseorang sebagai pengulangan atas perilaku menyimpang yang telah dilakukan. Masyarakat tidak menginginkan individu tinggal di lingkungan yang mengharamkan perjudian.

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial


2. Penyimpangan Individu dan Kelompok

a. Penyimpangan Individu

Penyimpangan individu merupakan bentuk penyimpangan yang dilakukan seseorang secara mandiri, dengan menempatkan diri untuk melakukan penyimpangan dari subkebudayaan yang telah mapan dan nyata-nyata menolak norma-norma yang berlaku. Misalnya, seorang pencuri yang melakukan pencurian secara sendiri dari mulai perencanaan sampai paa saat pencurian itu dilakukan, minum minuman keras, dan judi.

Baca Juga >> Definisi Sosiologi Menurut Para Sosiolog (Para Ahli Sosiologi)

b. Penyimpangan Kelompok

Penyimpangan ini merupakan aktivitas yang dilakukan kelompok secara kolektif dengan cara bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Individu yang berada dalam situasi ini berperilaku sesuai dengan norma-norma subkebudayaan, yaitu subkebudayaan yang tidak mau menerima norma-norma yang sulit untuk menaruk garis hubungan sosial dan legal antara tanggung jawab individu dan tanggung jawab kelompok. Misalnya, kelompok mafia, mereka memiliki nilai-nilai dan aturan-aturan tersendiri sehingga anggotanya menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut dan tidak mematuhi nilai dan aturan yang berlaku di masyarakat luas.
Biasanya penyimpangan kelompok, seorang individu menyadari bahwa perbuatannya menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Akan tetapi, bersama anggota kelompok lainnya, ia tetap melakukan penyimpangan dari kebiasaan kelompok tersebut. Penyimpangan kelompok dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil yang berada di antara masyarakat luas yang sudah memiliki norma-norma yang mapan.


Referensi:
Janu Murdiyatmoko
Citra Handayani
Materi Sosiologi Kelas X

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.