Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Sunday, October 25, 2015

Pengertian dan Pendekatan Apresiasi Karya Seni Rupa

Apa itu apresiasi? Pengertian apresiasi adalah sikap kepekaan dalam menghargai, mengagumi, dan menilai sebuah karya seni. Apresiasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu apresiasi pasif dan aktif. Apresiasi pasif tumbuh seiring dengan pembiasaan yang sifatnya pasif sampai pada tahap menilai. Adapun apresiasi aktif, yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengkaji atau menilai sebuhah karya seni, yaitu berkaitan dengan nilai bentuk dan nilai isi.

a. Nilai Bentuk

Nilai bentuk berkaitan dengan hal yang sifatnya indrawi, artinya penyerapan visual dengan mata menjadi acuan dalam apresiasi. Nilai bentuk karya seni rupa disebut juga nilai intrinsik. Bentuk karya disebut juga sebagai bahan atau media yang secara fisik dapat dipersepsi oleh mata pengamat dan wujudnya berupa unsur-unsur fisik seni rupa. Misalnya, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan nada gelap terang.
Media yang digunakan termasuk unsur karya seni kreasi bernilai intrinsik. Adapun media yang digunakan dalam seni kriya amat beragam, mulai dari keramik, seperti yang dilakukan oleh Hilda Sumantri, Hendrawan Riyanto, Suyatna, Noor Sudiyati, dan Nurzulis Koto. Pada media tekstil, Nia dan Agus Ismoyo banyak bereksperimen dengan media teknik yang berbeda sehingga muncul bahasa ungkap yang baru. Lalu perupa Anusapati secara khusus banyak mengelolah media kayu. Pada seni serat (tapestry) perupa Yusuf Affendi, Biranul Anas, dan Lengganu banyak menampilkan nilai ekspresi pribadi yang unik dan berkarakter.

b. Nilai Isi

Nilai isi disebut pula nilai ekstrinsik dan sifatnya nonfisik karena berada di balik wujud karya. Nilai isi pada karya seni rupa hadir melalui pengelolahan unsur-unsur fisik. Seorang pengamat setelah menikmati nilai-nilai fisik akan menangkap isi atau pesan perupa yang terdapat pada karya, misalnya komposisi, gagasan, pesan, perlambangan, tema, gaya, kemampuan teknik, dan bakat perupa dalam mengolah nilai-nilai bentuk.

Wayang Golek

Untuk menghindari kesimpangsiuran apresiasi seni rupa, harus dilakukan dengan menggunakan pendekatan tertentu, di antaranya pendekatan mimetik, ekspresif, struktural, dan semiotik.

a. Pendekatan Mimetik

Melalui pendekatan ini, sebuah karya dinilai kaitannya dengan kenyataan yang ada di alam. Misalnya, lukisan binatang akan dilihat kemiripannya dengan binatang sesungguhnya yang hidup di alam.

b. Pendekatan Ekspresif

Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan melalui ungkapan atau ekspresif perupa yang diwujudkan ke dalam karya. Misalnya, kelugasan dalam mempergunakan media dan teknik tertentu dapat dijadikan acuan dalam menilai ekspresifnya.

c. Pendekatan Struktural

Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kesatuan utuh karya dengan strukturalnya. Aspek kebentukan karya yang terdiri atas unsur-unsur pendukungnya dapat menjadi landasan penilaian.

d. Pendekatan Semiotik

Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kandungan berbagai tanda yang ingin disampaikan seorang perupa kepada penikmatnya. Berdasarkan hal tersebut dapat dibuat berbagai tafsir atas karya yang dilihat.


Demikianlah penjelasan tentang Pengertian dan Pendekatan Apresiasi Karya Seni Rupa. Semoga bermanfaat bagi pendidikan anda!


Referensi:
Yuliawan Kasmahidayat
Harry Sulastianto
Nanag Supriatna
Kiki Sukarta
Yudi Sukmayadi
Rika Riwayani

Materi Seni Budaya Kelas X

Pengertian dan Pendekatan Apresiasi Karya Seni Rupa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.