Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Saturday, January 30, 2016

Pengertian Desa, Potensi Desa, Dan Kaitannya dengan Perkembangan Desa

1. Pengertian Desa

Apa itu Desa? Untuk lebih memahami pengertian desa, mari kita simak pendapat para ahli tentang pengertian desa.

a. Menurut Bintarto
    Desa adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di tempat tersebut dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain.

b. Menurut Sutardjo Kartohadikusumo
    Desa adalah suatu hukum yang di dalamnya bertempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan pemerintahan sendiri.

c. Menurut D. Anderson
    Desa adalah suatu tempat yang mempunyai penduduk sekitar 2.500 jiwa.

d. Menurut W.S. Thompson
    Desa merupakan salah satu tempat untuk menampung penduduk.

e. Menurut Vernor C. Finch dan Glenn T. Trewartha
    Desa pada prinsipnya hanya berupa tempat tinggal, bukan sebagai pusat bisnis. Pada umumnya, desa terdiri atas daerah persawahan dan bangunan-bangunan sederhana yang mengelilinginya.

f. Menurut William F. Orburn dan Meyer F. Nimkoff
    Desa diartikan sebagai organisasi kehidupan sosial secara menyeluruh dalam suatu wilayah yang terbatas.

g. Menurut UU RI No. 22 Tahun 1999
    Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di dalam daerah kabupaten.


Baca Juga >> Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya

2. Ciri-Ciri Desa

Desa tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Masyarakat desa mempunyai hubungan erat dengan lingkungan alamnya.
  • Iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap petani dalam menentukan musim tanam.
  • Keluarga desa merupakan suatu unit sosial.
  • Jumlah penduduk desa tidak begitu besar.
  • Struktur ekonominya dominan agraris.
  • Masyarakat desa merupakan suatu paguyuban (gemeinschaft).
  • Proses sosialnya berjalan lambat.
  • Warga desa pada umumnya berpendidikan renda.
Namun dalam perkembangannya, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan desa berjalan karena keterbukaan hubungan desa dan kota terdekat serta keterbukaan dengan negara lain.



3. Unsur-Unsur Desa

Berdasarkan pengertiannya, desa meliputi tiga unsur, yaitu wilayah, penduduk, dan tata kehidupan.
  • Unsur daerah atau wilayah meliputi lokasi atau letak, batas-batas wilayah, luas, keadaan lahan, jenis tanah, serta pola pemanfaatannya.
  • Unsur penduduk meliputi jumlah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, pertumbuhan penduduk, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk.
  • Unsur tata kehidupan meliputi pola tata pergaulan dan ikatan pergaulan, adat istiadat, dan norma-norma yang berlaku di daerah tersebut.
Pengertian Desa, Potensi Desa, Dan Kaitannya dengan Perkembangan Desa

4. Klasifikasi Desa

Penggolangan atau klasifikasi desa secara umum dapat ditinjau dari beberapa aspek, di antaranya aspek perkembangan masyarakat, aspek mata pencaharian penduduk, aspek luas, dan aspek jumlah penduduk.

a. Berdasarkan Perkembangan Masyarakat
    Klasifikasi desa dilihat dari perkembangan masyarakat adalah sebagai berikut.
  • Desa Swadaya adalah suatu desa yang kondisinya statis tradisional.
  • Desa swakarya adalah suatu desa yang mulai mendapat pengaruh dari luar berupa pembaruan di berbagai bidang kehidupan.
  • Desa swasembada adalah suatu desa yang masyarakatnya telah amju, sudah mengenal modernisasi pertanian, teknologi maju mulai digunakan, dan pendidikan masyarakat tinggi sehingga mampu berpikir secara rasional.
b. Berdasarkan Mata Pencaharian Penduduk
    Klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian penduduk adalah sebagai berikut.
  • Desa pertanian adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
  • Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
  • Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pekerja di bidang industri.
c. Berdasarkan Luas Wilayah
    Klasifikasi desa berdasarkan luas wilayahnya adalah sebagai berikut.
  1. Desa terkecil adalah desa yang luasnya kurang dari 2 km2.
  2. Desa kecil adalah desa yang luasnya 2-4 km2.
  3. Desa sedang adalah dsa yang luasnya 4-6 km2.
  4. Desa besar adalah dsa yang luasnya 6-8 km2.
  5. Desa terbesar adalah desa yang luasnya 8-10 km2.
d. Berdasarkan Jumlah Penduduk
    Klasifikasi desa berdasarkan jumlah penduduknya adalah sebagai berikut.
  1. Desa terkecil adalah desa yang berpenduduk kurang dari 800 orang.
  2. Desa kecil adalah desa yang berpenduduk 800-1.600 orang.
  3. Desa sedang adalah desa yang berpenduduk 1.600-2.400 orang.
  4. Desa besar adalah desa yang berpenduduk 2.400-3.200 orang.
  5. Desar terbesar adalah desa yang berpenduduk lebih dari 3.200 orang.
Menurut Kolb dan Brunner, di Amerika Serikat pernah diadakan penggolongan desa berdasarkan jumlah penduduk dan hasilnya sebagai berikut.
  1. Desa kecil (small village) adalah desa yang jumlah penduduknya 250-1.000 jiwa.
  2. Desa sedang (medium village) adalah desa yang jumlah penduduknya 1.000-1.750 jiwa.
  3. Desa besar (large village) adalah desa yang jumlah penduduknya 1.750-200 jiwa.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Desa, Potensi Desa, Dan Kaitannya dengan Perkembangan Desa. Semoga bermanfaat!

Sumber:
Bambang Nianto Mulyo
Purwadi Suhandini
Materi kelas XII Geografi 3

Pengertian Desa, Potensi Desa, Dan Kaitannya dengan Perkembangan Desa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.