Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Wednesday, January 20, 2016

Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya

1. Pengertian Industri

Pengertian industri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian dalam arti sempit dan arti luas.

a. Industri dalam Arti Sempit
    Dalam arti sempit, industri adalah usaha manusia mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi

b. Industri dalam Arti Luas
    Dalam arti luas, sebagaimana terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, yang dimaksud industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang yang bernilai lebi tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiaan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Dari pengertian industri secara luas, ditemukan istilah yang dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang bertujuan  menghasilkan barang atau jasa.
  2. Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam dan yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Misalnya, kapas untuk industri tekstil, batu kapur untuk industri semen, dan kayu gelondongan untuk industri mebel.
  3. Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri. Misalnya, kayu olahan untuk industri mebel, lembaran besi atau baja untuk industri garmen atau tekstil.
  4. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi. Misalnya, lembaran kain dibuat industri pakaian; kerangka mebel untuk indusri meja dan kursi; lembaran kertas untuk tulis, majalah koran, dan industri barang-barang cetakan.
  5. Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap dipakai sebagai alat produksi. Misalnya, industri pakaian jadi (celana, baju, dan jaket); industri mebel (meja, kursi, dan lemari); industri semen; industri minyak goreng.
  6. Kegiatan rancang bangun adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri atau pabrik secara keseluruhan atau bagian-bagiannya.
  7. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perancangan atau pembuatan mesin atauperalatan pabrik dan peralatan industri lainnya.
  8. Mengolah menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi, untuk penggunaannya. Maksudnya, menjadikan barang bernilai lebih tinggi secara ekonomi maupun pemanfaatannya. Termasuk dalam kegiatan ini adalah perusahaan yang melakukan kegiatan jasa industri dan pekerjaan perkaitan (assembling).
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan industri merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dan membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai selain sumber daya yang lain.
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sedang giat membangun untuk menjadi negara industri. Hal itu dimaksudkan agar berbagai macam kebutuhan penduduk yang berjumlah besar dapat dipenuhi, bahkan memungkinkan untuk keperluan ekspor.

2. Tujuan Pembangunan Industri Indonesia

Tujuan pembangunan industri Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  • Meningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan sumber daya alam dan memerhatikan kelestarian lingkungan;
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dan mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang antara sektor pertanian dan sektor industri;
  • Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna;
  • Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah termasuk pengraji agar berperan aktif dalam pembangunan industri;
  • Memperluas dan meratakabn kesempatan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan peraan koperasi industri;
  • Meningkatkan peranan devisa melalui peningkatan ekspor produksi nasiional yang bermutu dan menghemat devisa melalui pemakaian hasil produksi dalm negeri;
  • Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara;
  • Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkukuh nasional.
Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya

3. Penggolongan Industri

Aspek yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menggolongkan, atau mengklasifikasikan bidang industri, antara lain sebagai berikut.

a. Penggolongan Industri menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan
    Sebagaimana tertera dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 19/M/SK1986, industri digolongkan sebagai berikut:
1) industri kimia dasar (IKD);
2) industri mesin dan logam dasar (IMLD);
3) aneka industri (AI)
4) industri kecil (IK).

b. Penggolongan Industri menurut Badan Pusat Statistik (BPS)
    Penggolongan ini mengacu pada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Adapun dasar penggolongannya adalah jumlah tenaga kerja.

c. Penggolongan Industri Berdasarkan Lokasi Pabrik (Unit Usahanya)
    Berdasarkan unit usahanya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri yang berorientasi pada bahan baku (raw material oriented industry).
  2. Industri yang berorientasi pada tenaga kerja (man power oriented).
  3. Industri yang berorientasi pada pasar atau konsumen (market oriented industry).
  4. Industri yang berorientasi pada tempat pengolahan (supply oriented industry).
  5. Industri yang dapat didirikan dimana saja (foot lose industry).
d. Penggolongan Industri Berdasarkan Bahan Mentahnya
    Berdasarkan bahan mentahnya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri agraris adalah industri yang mengolah bahan mentah baik secara langsung maupun tidak langsung dari hasil agraria (pertanian).
  2. Industri nonagraris adalah industri yang mengolah bahan mentah baik secara langsung maupun tidak langsung dari tambang.
e. Penggolongan Industri Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya
    Berdasarkan tahapan pross produksinya, industri digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri hulu adalah industri yang tahapan produksinya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi.
  2. Industri hilir adalah industri yang tahapan produksinya mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi.
f. Penggolongan Industri Berdasarkan Hasil Produksinya
    Berdasarkan hasil produksinya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri berat adalah industri yang menghasilkan berbagai jenis mesin dan alat produksi.
  2. Industri ringan adalah industri yang menghasilkan barang jadi yang langsung dipakai masyarakat.
g. Penggolongan Industri Berdasarkan Asal Modalnya
    Berdasarkan asal modalnya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri PMDN adalah industri yang modalnya secara keseluruhan berasal dari penanaman modal dalam negeri oelh pengusaha swasta nasional atau pemerintah.
  2. Industri PMA adalah industri yang modalnya sebagian besar atau keseluruhan berasal dari penanaman mdaol asing.
  3. Industri patungan (joint venture) adalah industri yang modalnya berasal dari kerjasama antara swasta nasional dan industri asing dengan persentase jumlah modal yang ditentukan sesuai dengan peraturan penanaman modal di Indonesia.
h. Penggolongan Industri Berdasarkan Pasarnya
    Berdasarkan pasarnya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri lokal (nonbasic industry) adalah industri yang daerah pemasarannya hanya di dalam negeri.
  2. Industri dasar (basic industry) adalah industri yang daerah pemasarannya meliputi dalam dan luar negeri.
i. Penggolongan Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan
    Berdasarkan produktivitas perorangan, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri primer adalah industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.
  2. Industri sekunder adalah industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sehingga bentuk bahannya tidak terlihat lagi.
  3. Industri tersier adalah industri yang bergerak di bidang jasa.
j. Penggolongan Industri Berdasarkan yang mengusahakannya
    Berdasarkan yang mengusahakannya, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri rakyat adalah industri yang diusahakan oleh rakyat. Sebagian besar industri ini termasuk industri kecil dan ringan.
  2. Industri negara adalah industri yang diusahakan oleh negara. Industri ini disebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
k. Penggolongan Industri Berdasarkan terdapatnya Bahan Baku Industri
    Berdasarkan terdapatnya bahan baku, industri dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Industri ekstraktif dibedakan menjadi dua yaitu:
    • Industri reproduktif adlaah industri yang bahan bakunya diperoleh dari alam, tetpai selalu menggantinya dengan yang baru.
    • Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku dan menghasilkan barang keperluan sehari-hari atau digunakan oleh industri lain.
  2. Industri nonekstarktif adalah industri yang bahan bakunya diperoleh dari tempat lain atau industri lain.
  3. Industri fasilitatif adalah industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain.
i. Jenis Industri yang lain
    Adapun jenis industri lain adalah sebagai berikut.
  1. Industri campuran adalah industri yang membuat atau menghasilkan lebih dari satu macam barnag karena hasilnya saling diperlukan.
  2. Indsutri trafik adalah industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor karena bahan bakunya tidak tersedia atau belum dihasilkan di dalam negeri, kalaupun ada jumlahnya kecil.
  3. Industri konveksi adalah industri yang membuat pakaian jadi.
  4. Industri perakitan atau assembling adalah industri yang aktivitasnya hanya perakit atau penyetelan mesin-mesin atau onderdil-onderdil untuk mewujudkan barang jadi.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya. Semoga bermanfaat!

Sumber:
Bambang Nianto Mulyo
Purwadi Suhandini
Materi kelas XII Geografi 3

Pengertian Industri Beserta Tujuan dan Penggolongannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

0 komentar:

Post a Comment

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.