Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

Sunday, January 31, 2016

Pengertian Nikah Beserta Hukum, Tujuan dan Rukun Nikah

Salah satu ibadah dalam islam adalah pernikahan. Pernikahan merupakan suatu tahapan penting yang akan dilewati setiap orang islam. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengertian nikah sangat diperlukan.

A. Pengertian Nikah

Munakahat adalah salah satu cabang ilmu fikih yang menjelaskan tentang masalah pernikaan, seperti tata cara atau ketentuan pernikahan, kewajiban dan tanggung jawab suami, istri dan anak-anak, perceraian dengan segala persyaratannya, serta rujuk.
Pernikahan adalah akad yang memberikan kewenangan kepada seorang pria dengan seorang wanita yang bukan mahramnya untuk bergaul secara sah sehingga mendapatkan hak dan kewajiban tertentu.

Pengertian Nikah Beserta Hukum, Tujuan dan Rukun Nikah


B. Hukum Nikah

Calon suami dan istri harus memahami makna suatu pernikahan. Agar mereka benar-benar dapat berbahagia, calon suami istri harus mengetahui ketentuan hukum dalam melaksanakan pernikahan menurut islam.
Adapun hukum nikah adalah sebagai berikut.
No
Hukum
Keterangan
1
Wajib
Hukum nikah adalah wajib bagi mereka yang berkeinginan menikah dan mempunyai kemampuan untuk berumah tangga. Apabila tidak segera menikah, mereka dikhawatirkan terlibat zina.
2
Haram
Pernikahan diharamkan bagi mereka yang mempunyai niat buruk dalam pernikahannya. Misalnya, ingin membalas dendam dengan menyakiti hati istrinya.
3
Sunah
Pernikahan disunahkan bagi mereka yang berkeinginan menikah dan mempunyai kemampuan untuk menafkahi keluarga dan mengurusi rumah tangga.
4
Makruh
Pernikahan dimakruhkan bagi mereka yang belum berkeinginan untuk menikah. Apabila menikah, dikhawatirkan mereka akan lalai dalam menunaikan kewajibannya.
5
Jaiz/Mubah
Jaiz atau Mubah adalah hukum asal pernikahan


C. Tujuan Nikah

Beberapa tujuan pernikahan adalah sebagai berikut.

1. Memperoleh Kebahagiaan dan Ketenteraman Hidup

Seseorang yang telah melangsungkan pernikahan hidupnya menjadi lebih tenteram dan bahagia. Hal ini diterangkan Allah swt. dalam Al-Quran Surah ar-Rum Ayat 21 yang artinya
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya aialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. SUngguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. ar-Rum/30:21)

2. Memperoleh Keturunan yang Sah

Pernikahan bertujuan memperoleh keturunan yang sah menurut agama. Pernikahan juga akan memberikan status dan kedudukan kepada anak yang dilahirkan. Oleh karena itu, Allah swt. melarang hamba-Nya berbuat zina. Larangan tersebut difirmankan Allah swt. dalam Al-Quran al-Isr-a' Ayat 32 yang artinya
"Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. (Q.S. al-Isra'/17:32)

3. Menjaga Kehormatan dan harkat Manusia

Dengan pernikahan yang sah, kehormatan seseorang akan terjaga. Ia juga akan mendapatkan tempat dalam masyarakat di sekelilingnya.

4. Mengikuti Sunah Rasulullah saw.

Pernikahan merupakan sunah Rasulullah saw. Hal ini dijelaskan Rasulullah saw. dalam hadis yang artinya
"Nikah adalah sunahku. Barang siapa tidak mengerjakan sunahku, ia tidak termasuk golonganku. Menikahlah! Sesungguhnya aku ingin memperbanyak umatku dengan (pernikahan) kalian. Barang siapa memiliki kemampuan (untuk menikah), hendaklah ia segera menikah. Barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa. Sesungguhnya puasa itu akan menjadi perisai (dari berzina) baginya. (H.R. Ibnu Majah dari Aisyah: 1836)
Dengan tercapainya tujuan di atas akan didapatkan keluarga yang skinah dan selalu mendapat limpahan rahmat, berkah, dan hidayah dari Allah swt.

D. Rukun Nikah

Rukun nikah ada lima, yaitu calon suami, calon istri, wali, dua saksi, dan ijab kabul.
1. Calon Suami
    Calon suami harus memenuhi beberapa syarat, yaitu Islam, tidak dipaksa, bukan mahramnya, dan tidak sedang melakukan ibadah haji atau umrah.

2. Calon Istri
    Calon istri harus memenuhi beberapa syarat, yaitu Islam, bukan mahramnya, tidak sedang melakukan ibadah haji atau umrah, tidak dalam masa idah, tidak bersuami, dan telah mendapat izin walinya.
Mahram adalah orang yang tidak halal dinikahi karena adanya beberapa sebab berikut.
a. Sebab Keturunan
    Orang-orang yang tidak boleh dinikahi karena sebab ini adalah
    1. ibu;
    2. nenek dan seterusnya ke atas;
    3. anak dan cucu seterusnya ke bawah;
    4. saudara perempuan kandung, seayah, atau seibu;
    5. saudara perempuan dari ayah;
    6. saudara perempuan dari ibu;
    7. anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya ke bawah;
    8. anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya ke bawah.
b. Sebab Sepersusuan
    Orang-orang yang tidak boleh dinikahi karena sebab ini adalah ibu yang menyusuinya dan saudara perempuan sepersusuan.
c. Sebab Pernikahan
    Orang-orang yang tidak boleh dinikahi karena sebab ini adalah ibu istri (mertua), anak tiri apabila sudah campur dengan ibunya, istri anak (menantu), dan istri ayah (ibu tiri).

3. Wali
    Wali adalah pengasuh pengantin perempuan pada waktu menikah atau orang yang melakukan janji nikah dengan penganti laki-laki. Wali harus memenuhi beberapa syarat, yaitu Islam, dewasa, sehat akalnya, dan tidak fasik.

4. Dua Orang Saksi
    Dua orang saksi harus memenuhi syarat, yaitu Islam, dewasa, sehat akalnya, tidak fasik, dan hadir dalam akad nikah.
Keharusan adanya dua orang saksi dalam sebuah pernikahan dijelaskan dalam Al-Quran Surah at-Talaq Ayat 2 yang artinya
... Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah ... (Q.S. at-Talaq/65:2)

5. Ijab Kabul
    Ijab kabul atau serah terima yang sah dalam pernikahan arus memenuhi beberapa syarat, yaitu
  • Dengan mengatakan nikah atau zawaj;
  • Ada kecocokan antara ijab dan kabul;
  • Berturut-turut, artinya tidak dilakukan di lain waktu;
  • Tidak ada syarat yang memberatkan dalam pernikahan itu.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Nikah Beserta Hukum, Tujuan dan Rukun Nikah. Semoga bermanfaat!

Sumber:
H. Khuslan Haludhi dan Abdurrohim Sa'id
Agama Islam materi kelas XII
Sekolah Menengah Atas

Pengertian Nikah Beserta Hukum, Tujuan dan Rukun Nikah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abdi Basariyadi

1 komentar:

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.