Nama Lain Ikan Dewa Cibulan dan Info Lainnya

By | September 3, 2022

Sejumlah ikan Dewa mati mendadak di lokasi Wisata Cibulan, Rabu (31/8/2022), yang memicu hiruk pikuk masyarakat. Ikan Dewa dipuja sebagai hewan suci dan merupakan subyek dari banyak legenda lokal.
Meski demikian, pengetahuan tentang ikan Dewa Cibulan masih minim. Berikut beberapa fakta tentang ikan Dewa yang telah dikumpulkan medrec07.com.

Gambar ikan Dewa Cibulan dari IG @widiawatiwita

Nama Lain Ikan Dewa Cibulan

Ikan Dewa ini memiliki beberapa nama yang berbeda di setiap lokasi, demikian menurut situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Spesies ini disebut sebagai ikan Kancra atau Kancra Bodas di berbagai daerah di Jawa Barat. Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut sebagai ikan tombro.

Kemudian, ikan Dewa ini biasa disebut sebagai ikan Semah di Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Jenis ini juga dikenal sebagai ikan Batak, ikan Curong, ikan Ihan, ikan Sepan, ikan Lempon, ikan Masheer, dan ikan Kelah di daerah lain di Indonesia.

Ikan Torsoro juga adalah nama lain dari ikan ini. Nama tersebut berasal dari sebuah relief yang dibuat pada tahun 1842 untuk Candi Borobudur yang menunjukkan ikan ini untuk mewakili kegiatan yang dilakukan para nelayan di masa lalu.

Nama spesies ikan dewa ini adalah Tor Douronensis, juga dikenal sebagai Labeobarbus douronensis, dan termasuk dalam genus Tor.

Ikan ini juga berkerabat dengan spesies yang terdapat dalam kelas Actinopterygii genus Tor dari famili Cyprinidae.

Area Habitat dan Distribusi Ikan Dewa Cibulan

Perairan sungai yang mengalir deras di pegunungan adalah tempat tinggal ikan dewa. Sungai dengan dasar bebatuan, sungai dengan kadar oksigen tinggi, dan sungai dengan air jernih dan murni juga merupakan rumah bagi ikan ini.

Pulau Jawa yang membentang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan salah satu lokasi ditemukannya ikan torsoro. Di sekitar Aceh dan Danau Toba, ikan ini juga tersebar luas di Kalimantan dan Sumatera.

Ikan Dewa ini memiliki 20 jenis kerabat yang tersebar di seluruh benua Asia, antara lain wilayah Trans Himalaya (Nepal, India, Pakistan, dan Myanmar), Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja, dan Laos), Thailand dan Malysia, info ini diambil dari situs resmi dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Ciri-ciri tubuh Ikan Dewa Cibulan

Ikan Dewa memiliki bentuk kepala yang mirip dengan ikan mas, menjadikannya spesies ikan yang masih terkait dengannya. Sedangkan posturnya menyerupai ikan arwana. Ikan Dewa bisa mencapai panjang sekitar satu meter dan berat lebih dari 30 kg di lingkungan alaminya.

Jari-jari sirip punggung ikan torsoro memiliki tepi yang halus, tidak memiliki kepala berbentuk kerucut, dan terdapat tiga setengah baris sisik di antara tulang rusuk dan sirip punggung. Informasi ini berdasarkan dari situs resmi TNGC.

Ciri pembeda lain dari ikan ini adalah ukuran lobus bibir bawah, yang berbeda dengan spesies Cyprinidae lainnya.

Tingkah Laku Ikan Dewa Cibulan

Kebiasaan Ikan dewa ini suka hidup berkelompok dan memiliki perilaku ini. Ikan Dewa yang hidup bersama sekitar 20 ekor ikan lainnya di Wisata Cibulan, Kabupaten Kuningan, menjadi gambaran. Jumlahnya tidak pernah berubah, tidak naik atau turun.

Ikan dewa di Wisata Cibulan juga memiliki kebiasaan yang aneh yaitu sering menghilang bersamaan dengan dikurasnya kolam. Kawanan ikan Dewa akan kembali dengan sendirinya setelah air terisi kembali.

Ikan Dewa Tumbuh Dengan Lambat

Salah satu ikan yang pertumbuhannya tergolong lamban adalah jenis ikan torsoro ini. Diperkirakan butuh lebih dari satu tahun untuk mencapai tingkat berat layak konsumsi.

Ikan membutuhkan waktu antara belasan hingga sepuluh tahun untuk mencapai ukuran maksimal, dan dapat tumbuh hingga satu meter panjangnya dan beratnya lebih dari 30 kg.

Ikan Dewa Cibulan Masuk Dalam Daftar Hewan Langka

Salah satu jenis ikan yang langka dan terancam punah adalah ikan dewa. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam juga menentukan statusnya (IUCN). Ikan ini harganya cukup mahal karena tergolong langka.

Leave a Reply