Sebutkan hal-hal yang menjadi bagian di dalam proses standarisasi​

By | November 7, 2022

Untuk memudahkan pemahaman tentang standar atau standar secara umum, seseorang dapat melihat aspek-aspek praktis dari kehidupan sehari-hari seseorang. Misalnya, jika berat badan Anda 65 kilogram dan tinggi badan Anda 165 sentimeter, mengapa Anda menggunakan kilogram daripada sentimeter? Hal ini seperti yang dinyatakan oleh konvensi.

Dengan tidak adanya standar untuk mengukur jarak dalam meter, seperti sentimeter, setiap orang akan menentukan jaraknya sendiri. Ketika ditanya seberapa kuat badanmu, apa yang kamu katakan? kemudian ada yang menyebut rusa seekor atau setinggi pohon mangga. Susah lagi untuk membandingkan nilai kekuatan objeknya.

Jadi, kita membutuhkan pernyataan atau pernyataan yang berisi kriteria, metode, pedoman, ketentuan, referensi, atau sesuatu yang lain secara keseluruhan yang dapat dibagikan kepada siapa pun di dunia.

Hal-hal yang menjadi bagian di dalam proses standarisasi​

Hal-hal yang menjadi bagian di dalam proses standarisasi​

Pengertian Standard

Standard atau standar adalah persyaratan yang dibuat oleh lembaga berwenang yang diakui oleh banyak pihak, biasanya berisi suatu kriteria, metode, proses atau teknis.

Pengertian Standardisasi

Standardisasi adalah proses yang dilakukan untuk menyusun, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar melalui suatu tatacara dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.

Didalam kasus standardisasi global, proses standardisasi dapat dilakukan melalui pengumuman resmi dari lembaga standardisasi yang berwenang atau melalui konsensus formal dari pakar teknis dan perwakilan negara-negara yang terlibat.

Sedangkan standar tingkat perusahaan dalam penyusunannya dapat diserahkan ke bagian atau departemen yang kompeten, bagian khusus seperti Departemen SOP (Standar Operating Prosedur), Quality System, Policy, dan lain sebagainya. Atau bisa melalui forum diskusi lintas departemen dalam perumusannya jika memang banyak pihak yang akan terdampak dengan pembuatan atau perubahan standar tersebut.

Penyusunan Standard di Indonesia

Standar resmi yang diberlakukan di Indonesia penyusunannya diatur oleh badan resmi pemerintah yaitu BSN (Badan Standardisasi Nasional).

Standar yang diterbitkan oleh BSN dinamakan Standar Nasional Indonesia (SNI), jadi setiap produk yang sudah didaftarkan dan disetujui oleh BSN dinamakan produk ber-SNI dengan tanda berupa sertifikasi dan atau sticker logo SNI.

Standardisasi dari BSN

BSN memberikan panduan dalam perumusan suatu standar atau standardisasi melalui tujuh tahap utama berikut :

  • Identifikasi oleh para pemangku kepentingan mengenai perlunya suatu standar tertentu.
  • Penyusunan program kolektif berdasarkan analisis kebutuhan dan penetapan prioritas oleh semua pihak berkepentingan disusul adopsi dalam program kerja badan atau lembaga standardisasi nasional.
  • Penyiapan rancangan standar oleh semua pihak yang berkepentingan yang diwakili oleh pakar (termasuk produsen, pemasok, pemakai, konsumen, administrator, laboratorium, peneliti dan sebagainya) yang dikoordinasikan oleh panitia teknis.
  • Konsensus mengenai rancangan standar.
  • Validasi melalui public enquiry nasional mencakup semua unsur ekonomi dan pelaku usaha untuk memastikan keberterimaan secara luas.
  • Penetapan dan penerbitan standar.
  • Peninjauan kembali (revisi), amandemen atau abolisi . Suatu standar dapat direvisi setelah kurun waktu tertentu (umumnya 5 tahun sekali) agar selalu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan baru.

Prinsip penyusunan standar dari BSN

Prinsip yang harus dipenuhi dalam penyusunan dokumen standar adalah :

  1. Transparan (Transparent) : artinya mengikuti prosedur yang dapat diikuti dan tahapan dalam proses mudah diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
  2. Keterbukaan (Openness) : yaitu terbuka bagi semua pihak berkepentingan untuk mengikuti program pengembangan standar.
  3. Konsensus dan tidak memihak (Consensus and impartiality) : adanya kesempatan bagi pihak yang berkepentingan untuk mengutarakan pandangan secara konsensus (mufakat atau suara mayoritas) dan tidak memihak kepada pihak tertentu.
  4. Efektif dan relevan (Effective and relevant) : harus relevan dan efektif memenuhi kebutuhan pasar, memenuhi kebutuhan regulasi dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
  5. Koheren (Coherent) : perlu mencegah adanya duplikasi dan tumpang tindih dengan kegiatan perumusan standar sejenis lain.
  6. Dimensi pengembangan (Development dimension) : melakukan pembinaan peningkatan kemampuan UMKM sehingga mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar. agar dapat bersaing di pasar regional atau internasional dan dapat menjadi bagian dari global supply chain.

Penyusunan Standard di Dunia

Di berbagai negara, terdapat badan standardisasi masing-masing yang secara resmi diakui oleh pemerintahan negara tersebut seperti halnya BSN di Indonesia.

Misalnya negara Inggris memiliki badan standardisasi yang bernama British Standar Institute (BSI), di jerman ada Deutsche Industrie Normen (DIN), amerika dinamakan American National Standar Instute (ANSI)​, dan lain sebagainya.

Namun ada juga organisasi resmi dunia yang anggotanya adalah gabungan dari berbagai negara di dunia dengan suatu misi tertentu, misalnya : ISO, IEC, API, dan lainnya.

Serta masih banyak lagi organisasi resmi standardisasi lainnya di tingkat dunia.

Referensi Pengertian Standard dan Standardisasi
Untuk memperluas pengetahuan, berikut ada beberapa referensi dasar hukum dan aturan mengenai standar dari berbagai sumber :

  1. PP Nomor 102 tahun 2000
    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia mengenai Standardisasi Nasional tersebut menjelaskan bahwa :
    • Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
    • Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pihak.
  1. The Leader’s Guide to Standar
    Merupakan salah satu buku referensi karangan dari Wiley yang tercantum dalam digital library unila.ac.id, menyatakan bahwa Standar adalah :
    • Aturan main, jadi bukan sesuatu yang baru melainkan telah melekat dalam kehidupan.
    • Sedang-sedang saja (mediocity), artinya menerapkan standar bukan menetapkan kriteria yang paling unggul.
    • Konsistensi, jika standar digunakan berarti sedang menyusun harapan.
    • Nilai tambah, dalam penerapan standar harus fokus pada prioritas.
    • Kejujuran pada publik, menerapkan standar artinya melaksanakan tugas dengan kewajiban memberi dan memenuhi harapan.
    • Efektivitas, artinya memenuhi kriteria kualitas yang ditetapkan dalam tujuan.
  1. W.J.S. Poerwadarminta
    Beliau adalah penulis Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) yang digunakan pemerintah RI pada tahun 1954, memberikan definisi pada Standar yaitu : ukuran atau sesuatu yang dipakai sebagai contoh atau dasar yang sah bagi ukuran.

Tujuan Standardisasi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, bahwa tujuan utama standardisasi adalah :

Melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek keamanan, keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan.

Demikianlah artikel yang berjudul Sebutkan hal-hal yang menjadi bagian di dalam proses standarisasi​. Semoga dapat memberikan pemahaman yang berarti dan membantu kalian dalam belajar.

Sumber referensi :

Leave a Reply